Rektor Dorong Pemkab Bandung Optimistis Hadapi Pandemi Melalui Kolaborasi

pemkab bandung
Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Rina Indiastuti menjadi pembicara kunci dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Kab. Bandung tahun 2022 di Grand Sunshine Resort dan Hotel, Soreang, Rabu (31/3). (Foto: Dadan Triawan)*

[unpad.ac.id, 31/3/2021] Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Rina Indiastuti mendorong Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Bandung melakukan pembangunan wilayah secara inklusif. Pasalnya, Kabupaten Bandung dinilai menjadi wilayah dengan tingkat ketahanan lebih baik di masa pandemi Covid-19.

“Kreativitas dan inovasi yang dilakukan saat ini tidak bisa secara parsial saja. Perlu integrasi antara sektor primer dan tersier,” ungkap Rektor saat menjadi pembicara kunci dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Kab. Bandung tahun 2022 di Grand Sunshine Resort dan Hotel, Soreang, Rabu (31/3).

Rektor memaparkan, berdasarkan dat Badan Pusat Statistik, Kab. Bandung mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi di 2020 sebesar minus 1,82 persen. Angka ini lebih baik dibandingkan dengan tingkat penurunan pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat, yaitu sebesar minus 2,44 persen.

Data lain menunjukkan, sektor industri pengolahan mencatat kontribusi terbesar terhadap PDRB Kab. Bandung selama ini. Selama pandemi, sektor ini tumbuh minus 2,93%. Namun, angkanya masih tidak sebesar penuruan di Jawa Barat. Ini berarti, kata Rektor, industri pengolahan di Kab. Bandung masih tetap jalan saat pandemi.

Lebih lanjut Rektor menuturkan, meski sejumlah sektor ikut terdampak, sektor informasi dan komunikasi di Kab. Bandung mencatat angka peningkatan pertumbuhan yang positif, yaitu 23,60 persen.

Data tersebut merepresentasikan bahwa Kab. Bandung termasuk wilayah yang punya daya tahan yang baik. Apalagi jika didukung dengan integrasi antar sektor dengan penguatan digital,” kata Rektor.

Pendidikan dan Kesehatan

Di hadapan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Bandung, Rektor memaparkan optimisme kemajuan Kab. Bandung pada 2021. Salah satunya terlihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kab. Bandung sebesar 72,39. Angka ini lebih tinggi dari Jawa Barat (72,09) dan nasional (71,94).

Karena itu, Rektor mendorong Pemkab memudahkan akses seluas mungkin bagi masyarakat Kab. Bandung untuk mendapatkan pendidikan formal maupun informal. Dalam hal ini, Unpad siap menjadi mitra Pemkab Bandung dalam hal pembelajaran.

“Dengan kolaborasi Pentahelix, Unpad siap membantu,” kata Rektor.

Selain sektor pendidikan, kesehatan juga menjadi sektor yang perlu diperhatikan. Rektor mengatakan, sistem layanan kesehatan masyarakat di Kab. Bandung harus terintegrasi. Tidak hanya dokter, setiap layanan kesehatan juga melibatkan sejumlah tenaga kesehatan lainnya.

“Di Puskesmas maupun RSUD, tidak hanya dokter saja, tetapi interprofesional. Ada ahli gizinya, ahli obat, hingga psikolog,” kata Rektor.*

Share this: