merawat hati
Merawat Hati, Kunci Bertahan Hadapi Pandemi
merawat hati
Guru Besar Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran Prof. Suryani, MHSC, PhD, menjadi pembicara dalam Satu Jam Berbincang Ilmu (Sajabi) “Merawat Hati di Saat Pandemi: Mengulas Masalah Psikososial Covid-19” yang digelar virtual oleh Dewan Profesor Unpad, Sabtu (24/4).*

[unpad.ac.id] Guru Besar Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran Prof.  Suryani, MHSC, PhD mengatakan, berdasarkan hasil penelitian, pandemi Covid-19 memberikan berbagai masalah psikososial pada masyarakat. Saat pandemi, stres pun menjadi salah satu masalah yang dialami, termasuk para tenaga kesehatan.

Selain menjaga kesehatan, merawat hati di masa pandemi penting untuk dilakukan. Dikatakan Prof. Suryani, jika hati tidak dirawat, imunitas individu juga akan menurun sehingga berisiko tinggi terinfeksi penyakit.

“Maka saya usulkan protokol kesehatan itu harusnya 6 M. Mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, membatasi mobilitas, menjauhi kerumunan, dan merawat hati,” ujar Prof. Suryani dalam Satu Jam Berbincang Ilmu (Sajabi) “Merawat Hati di Saat Pandemi: Mengulas Masalah Psikososial Covid-19” yang digelar virtual oleh Dewan Profesor Unpad, Sabtu (24/4).

Guru Besar yang menekuni bidang keahlian mental health nursing ini menjelaskan, di masa pandemi, hati harus tetap dijaga untuk tetap dalam kondisi optimal dan berada di koridor positif.

Cara merawat hati meliputi beberapa hal.  Pertama, menjaga fisik supaya tetap rileks. Fisik yang rileks ini di antaranya bisa didapatkan dengan berlatih pernapasan dalam setiap hari. Prof. Suryani juga menyarankan untuk rutin berolah raga minimal setengah jam sehari .

Kedua, dengan menjaga pikiran positif.  Di antaranya, menghindari berita hoaks dengan langsung mencari informasi atau berita dari sumber yang kredibel.

Ketiga, merawat hati perlu dilakukan dengan menjaga pikiran tetap positif. Salah satunya melihat orang di sekeliling dengan perasaan cinta. Hindari  perasaan kesal dalam menghadapi orang-orang sekitar.

“Kita harus sehari-hari itu merasa bahagia, merasa senang,” ujar Kepala Departemen Keperawatan Jiwa Fakultas Keperawatan Unpad ini.

Keempat, Prof. Suryani menekankan pentingnya menjaga relasi untuk tetap positif.  Menjaga komunikasi dengan teman perlu dilakukan, terutama untuk menghindari diri dari perasaan terisolasi.

Hal penting selanjutnya yang perlu dilakukan dalam merawat hati adalah dengan menjaga spiritual agar tetap baik. Dengan demkian, ada perasaan tenang dan selalu merasa berada di bawah perlindungan Tuhan.

“Semuanya ini harus kita jaga, sehingga kita mempunya hati yang tetap tenang , damai,” kata Prof. Suryani.

Strategi Hadapi Pandemi

Prof. Suryani juga memiliki beberapa strategi menghadapi pandemi Covid-19. Di antaranya dengan menerima tatanan kehidupan baru dengan mengikuti protokol kesehatan.

“Kita tidak boleh denial, karena kalau begitu kita tidak akan sehat. Psikososial kita akan kena,” ujar Ketua Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia (IPKJI) Jabar ini.

Selanjutnya adalah dengan tidak terlalu banyak memikirkan masa depan. Menurutnya, memikirkan sesuatu yang tidak pasti hanya akan meningkatkan kecemasan.

Menjaga kesehatan harus dilakukan secara optimal. Selain rutin latihan napas dan ola raga, afirmasi positif pada diri sendiri juga penting dilakukan setiap hari.

Merasa percaya diri adalah baik, terutama saat telah memproteksi diri dengan baik. Namun, percaya diri harus diiringi dengan sikap waspada. Jangan sampai percaya diri berlebihan malah membuat kita abai bahwa bahaya pandemi masih mengintai.

“Kemudian mulailah dari diri kita sendiri. Jadi sebelum kita mengajak orang, ya kita dulu yang harus mempraktikan,” pesannya.

Untuk pemerintah, Prof. Suryani pun menyarankan untuk merumuskan kebijakan, bukan hanya untuk menjaga kesehatan dan keselamatan fisik tapi juga psikologis, terutama bagi para tenaga kesehatan yang ada di garda depan.

“Mungkin perlu pendampingan, bimbingan dan konseling bagi mereka,” sarannya.(arm)*

Share this: