
[unpad.ac.id] Menteri Kelautan dan Perikanan Ir. Sakti Wahyu Trenggono, M.M mengajak akademisi untuk bersama-sama memajukan pembudidayaan udang di Indonesia. Diharapkan, kesejahteraan masyarakat yang terlibat dalam pembudidayaan udang dapat meningkat.
Hal tersebut ia sampaikan saat menjadi pembicara kunci pada Shrimp Talks 2021 yang diselenggarakan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Padjadjaran secara hybrid dari Ruang Serba Guna Gedung 2 Lantai 4 Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35 Bandung, Senin (14/6). Acara digelar sebagai bagian dari peringatan Dies Natalis ke-16 FPIK Unpad dan didukung oleh Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI).
“Saya mengajak para akademisi, asosiasi, dan pengusaha, serta stakeholder lainnya untuk memberikan masukan, kajian, dan bahu membahu memajukan perikanan budidaya untuk kesejahteraan masyarakat yang terlibat dalam pembudidayaan udang Indonesia,” kata Trenggono.
Diungkapkan Trenggono, upaya Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk mengembangkan budidaya udang di antaranya melalui shrimp estate. Ia mengatakan, shrimp estate ini dibangun dengan melibatkan masyarakat.
“Kita ingin mencoba suatu model dalam bentuk skala yang memadai, artinya skala yang bisa diukur,” ujarnya.
Selain itu, bentuk dukungan KKP melalui revitalisasi tambak udang dengan menyediakan infrastruktrur dan sarana prasarana sebagai percontohan kawasan udang bagi masyarakat.
Lebih lanjut Trenggono mengatakan, salah satu tantangan besar dalam usaha budidaya adalah mengenai pakan. Pakan dinilai menjadi komponen biaya produksi terbesar dalam budidaya ikan. Kerja sama antara pemerintah dengan produsen pakan nasional pun dapat berjalan beriringan untuk mencapai biaya komponen pakan yang lebih efisien.
“Saya mengimbau kepada para peneliti khususnya di perguruan tinggi untuk selalu melakukan inovasi dan riset dalam rangka mengurangi ketergantungan bahan baku impor dan bahan baku yang berasal dari penangkapan,” ujar Trenggono.
Ekonomi Biru
Pada kesempatan tersebut, Trenggono mengatakan bahwa dalam pemanfaatan sumber daya, KKP memiliki kebijakan untuk memperhatikan lingkungan dan keberlanjutan. Dengan demikian, pembangunan kelautan dan perikanan di masa depan dapat seimbang antara ekologi dan ekonomi. Hal ini sesuai dengan arah masa depan ekonomi dunia yaitu menuju ekonomi biru.
Pembangunan tambak udang nasional pun harus memperhatikan kaidah-kaidah ekonomi biru, di mana kesehatan laut menjadi tujuan utama.
“Saya bahagia sekali karena di Unpad ini ada Kelautan dan Perikanan, jadi saya nanti akan banyak diskusi bahkan dalam waktu dekat kita akan melakukan kerja bersama untuk bicara soal itu,” ujar Trenggono.
Sementara itu Rektor Unpad Prof. Rina Indiastuti mengatakan, melalui gagasan-gagasan inovatif, Unpad akan berkontribusi dalam memajukan perikanan budidaya dengan tetap memperhatikan keseimbangan lingkungan.
“Unpad akan konsisten mengusung keseimbangan lingkungan demi mengusung juga kontribusi kita pada ekonomi biru,” ujar Rektor.
Di sela acara bertema “Support the Target of 250% Increase in Shrimp Export Value tersebut, dilakukan penandatanganan Piagam Kerja Sama antara Unpad dengan MAI dan Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT).(arm)*






