Himikan FPIK Unpad Gelar Edukasi dan Konservasi Penyu di Pantai Batu Hiu

Himpunan Mahasiswa Perikanan FPIK Unpad bersama Ocean Young Guards menggelar kegiatan “Sea Turtle Conservation Journey” di kawasan konservasi penyu Yayasan Raksa Bintana, Pantai Batu Hiu, Kabupaten Pangandaran, 19-20 Agustus lalu.*

[Kanal Media Unpad] Himpunan Mahasiswa Perikanan (Himikan) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran berkolaborasi dengan Organisasi Ocean Young Guards (OYG) untuk menggelar kegiatan “Sea Turtle Conservation Journey” di kawasan konservasi penyu Yayasan Raksa Bintana, Pantai Batu Hiu, Kabupaten Pangandaran, 19-20 Agustus lalu.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekitar terhadap penyu yang merupakan salah satu fauna yang dilindungi karena populasinya terancam punah.

Populasi penyu yang ada di kawasan Pantai Batu Hiu mulai mengalami penurunan akibat terganggunya habitat penyu oleh cahaya lampu dari nelayan, banyaknya sampah, dan kurangnya vegetasi pantai yang tersedia, sehingga penyu-penyu tersebut mengalami kesulitan untuk bertelur.

Dalam rilis yang diterima Kanal Media Unpad, kegiatan Sea Turtle Conservation Journey memiliki lima agenda utama, yakni edukasi pemahaman penyu, pembuatan ecobrick, penyemaian vegetasi, beach clean up, dan perilisan tukik ke habitat utamanya di Pantai Batu Hiu.

Kegiatan hari pertama, 19 Agustus 2023 yakni berupa edukasi pemahaman penyu dan pembuatan ecobrick yang dilakukan kepada para relawan di berbagai kalangan serta melibatkan pelajar sekolah dasar setempat. Kegiatan dilakukan agar pihak-pihak yang terlibat bisa memahami betapa pentingnya peran penyu di pesisir dan bagaimana cara mengelola sampah plastik yang bisa dimanfaatkan.

“Tren angka pendaratan dan peneluran penyu di sepanjang pantai Pangandaran makin menurun setiap tahunnya, hal ini dapat terjadi salah satunya karena aktivitas manusia yang tidak memperdulikan kelestarian lingkungan, maka dari itu sepatutnya kita generasi muda mendukung adanya pelestarian penyu di Pangandaran” ungkap Fikri selaku pemateri edukasi pemahaman penyu sekaligus Ketua Himpunan Mahasiswa Perikanan (Himikan) Unpad.

Para volunteer membacakan buku edukasi ilustrasi berjudul “Petualangan Malam Pippa si Ibu Penyu” yang diterbitkan oleh Ocean Young Guards agar dapat lebih paham dan tergambar bagaimana sulitnya penyu ketika dihadapkan dengan berbagai ancaman seperti gangguan dari cahaya lampu kapal milik nelayan dan sampah-sampah yang dibuang sembarangan ke tepi pantai.

Kegiatan hari kedua, 20 Agustus 2023, berupa penyemaian vegetasi, beach clean up, dan perilisan tukik. Penyemaian vegetasi yang dilakukan terhadap tumbuhan pandan laut dan borogondolo (nama lokal) yang nantinya akan ditanam di tepi pantai sebagai tatanan ulang habitat penyu di Pantai Batu Hiu yang rusak karena adanya proyek pembangunan jalan.

Kegiatan beach clean up dan perilisan tukik juga melibatkan sejumlah pimpinan instansi pemerintah seperti Kepala Desa Ciliang, Kepala Legislatif Kabupaten Pangandaran, Ketua Yayasan Konservasi Penyu Raksa Bintana, Pandu Laut Nusantara, serta tokoh masyarakat sekitar. 

Kegiatan beach clean up dan perilisan tukik bertujuan untuk mendukung pelestarian penyu dan habitatnya agar tetap terjaga serta dilindungi dari kepunahan.

Setelah dilaksanakan kegiatan ini, diharapkan semua pihak yang terlibat maupun masyarakat sekitar dapat lebih peduli terhadap keberadaan penyu dan lingkungannya, serta menjadi langkah awal untuk menjaga keberlangsungan ekosistem penyu di perairan Indonesia. (rilis)*

Share this: