[Kanal Media Unpad] Menteri Koordinator Perekonomian RI Airlangga Hartarto mengatakan, penguatan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan (stakeholder) diperlukan sebagai persiapan menghadapi kemungkinan terjadinya pandemi di masa depan. Upaya tersebut dilakukan untuk menciptakan ketahanan ekonomi yang tangguh dan mampu menghadapi situasi pandemi selanjutnya.
Demikian disampaikan Airlangga Hartarto saat membuka seri pertama “Southeast Asia Health Security Roundtable Series” bertema “Economic Response to Covid-19 and Future Pandemics” yang digelar di Ritz Carlton Jakarta, Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (19/11/2023).
Acara tersebut diselenggarakan atas kerja sama Universitas Padjadjaran dengan National University of Singapore, dan Health Intervention and Technology Assessment Program, Thailand.
Airlangga mengatakan, pasca-pengumuman berakhirnya pandemi Covid-19 oleh WHO, Mei 2023 lalu, perekonomian Indonesia telah kembali kuat dan konsisten di 5 persen. Melalui strategi pemerintah dalam memprioritaskan sektor kesehatan, mempertahankan keberlangsungan bisnis, dan memperkuat reformasi ekonomi merupakan kunci pemulihan Indonesia dalam jangka pendek maupun panjang.
Lebih lanjut Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia sendiri telah mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan pandemi di masa depan. Melalui sinergi di antara negara anggota G20, telah diluncurkan kebijakan pandemic fund saat presidensi G20 Indonesia setahun lalu. Skema ini telah berhasil dikucurkan kepada 37 negara di dunia pada 2023 dengan total dana mencapai 338 juta dolar AS.
Di tingkat kerja sama ASEAN, lanjutnya, Indonesia juga telah memperluas kolaborasi pendanaan menghadapi pandemi di masa depan. “Selama menjadi ketua ASEAN, Indonesia, respons dari pendanaan ASEAN untuk future pandemic mencapai 18 juta dolar AS,” ujarnya.
Sektor lain yang perlu diperkuat menghadapi ketidakpastian di masa depan adalah kualitas SDM. Menurut Airlangga, saat ini Indonesia masuk pada era bonus demografi. Era emas ini perlu difasilitas agar generasi muda Indonesia bisa masuk ke dunia industri atau menjadi pelaku usaha untuk menciptakan lapangan kerja baru.
“Kami bersiap mengoptimalkan demografi dengan memperkuat konektivitas,” kata Airlangga Hartarto.
Rektor Unpad Prof. Rina Indiastuti mengatakan, Unpad bersama Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Bappenas dipercaya menjadi tuan rumah diskusi kolaboratif yang berfokus pada respons ekonomi terhadap masa akhir Covid-19 sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan pandemi di masa depan.
“Kolaborasi ini akan bermanfaat bagi pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam menghasilkan rumusan kebijakan berbasis bukti di kawasan ASEAN sebagai bentuk kesiapsiagaan (menghadapi) pandemi berikutnya,” kata Rektor.
Acara ini menghadirkan sejumlah pembicara yang terbagi dalam dua sesi. Fasilitator sesi pertama diskusi oleh Dosen Fakultas Psikologi Unpad Fredrick Dermawan Purba, PhD, dan perwakilan HITAP Thailand, Saudamini Dabak. Sementara fasilitator sesi kedua diskusi oleh Dosen Fakultas Farmasi Unpad Auliya A. Suwantika, PhD, dan akademisi Saw Swee Hock School of Public Health, National University of Singapore Hsu Li Yang. Acara juga dihadiri Menteri PPN/Kepala Bappenas RI Suharso Monoarfa.*



