Direktur Bio Farma: Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi Bisa Tekan Impor Alat

Direktur Medis dan Hubungan Kelembagaan BUMN Holding Sektor Farmasi/Bio Farma dr. Sri Harsi Teteki, M.Kes.*

[Kanal Media Unpad] Direktur Medis dan Hubungan Kelembagaan BUMN Holding Sektor Farmasi PT Bio Farma (Persero) dr. Sri Harsi Teteki, M.Kes mengatakan bahwa holding sektor ini diharapkan dapat meningkatkan kesehatan nasional. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah kerja sama riset dengan perguruan tinggi melalui kolaborasi pentahelix.

“Sangat berharap ada suatu produk yang berhasil dihasilkan dari riset awal dari perguruan tinggi,” kata Sri.

Diharapkan Sri, kolaborasi riset dengan perguruan tinggi diharapkan dapat menyesuaikan dengan apa yang dibutuhkan Bio Farma, termasuk mengenai peralatan. Dengan pemenuhan kebutuhan melalui riset ini, Bio Farma tidak perlu sampai impor alat dari luar negeri.

“Jadi akan kita coba sisir dan mana yang bisa untuk dirisetkan di awal oleh perguruan tinggi,” kata Sri.

Sri juga menilai pelajaran yang diambil dari apa yang dihadapi saat pandemi adalah kolaborasi pentahelix. Kolaborasi yang dilakukan saat pandemi di antaranya adalah produksi vaksin, dengan salah satunya melibatkan para peneliti Unpad. Untuk itu, pascapandemi, kolaborasi pentahelix  perlu ditingkatkan.

Leasson learned dari pandemi, kita harus melakukan beberapa perbaikan dalam kerja sama pentahelix. Kita melihat sebetulnya sudah banyak universitas yang bekerja sama dengan Biofarma termasuk yang di dalam negeri maupun dengan institusi global,” kata Sri.

Sri berharap, penelitian yang dilakukan bersama perguruan tinggi ini akan sejalan dengan portofolio bisnis dari Bio Farma Group.

Pada kesempatan tersebut, Sri mengatakan ada dua peran vital dari BUMN, yaitu sebagai value creator dan agent of development. Sebagai value creator, Sri berharap BUMN Holding Farmasi ini akan terus tumbuh serta nilai aset BUMN kepada Indonesia juga terus tumbuh serta dapat meningkatkan ekspor.

“Bio Farma ini peran strategis dalam meningkatkan perekonomian Indonesia,” kata Sri.

Sementara itu, sebagai agent of development, PT Bio Farma perlu melihat bagaimana perannya sebagai BUMN dalam mencapai cita-cita pemerintah akan mensejahterakan masyarakat.

Dijelaskan Sri, PT Bio Farma bukan hanya fokus ke sisi bisnis, tetapi meningkatkan peran dalam mempertahakan kesehatan Indonesia.

“Tidak hanya dari sisi bisnis saja, Bio Farma sebagai BUMN ini hadir juga ada peran bagaimana membuat ketahanan kesehatan masyarakat Indonesia ini bisa terus ada dan lebih meningkat perannya,” ujar Sri.

Sri pun menilai, salah satu upaya mendukung Indonesia Emas 2045 adalah melakukan upaya preventif di bidang kesehatan dengan memperkuat generasi muda.

“Mungkin mahasiswa nanti ke depannya pada saat 2045 akan menjadi leader nah ini harus siap dengan kondisi yang sehat,” kata Sri. (arm)*

Share this: