Tiga Dosen FEB Unpad Jadi Dosen Tamu di Jerman dan Austria

Salah seorang dosen FEB Unpad Budi Harsanto, Ph.D., FHEA , menjadi dosen tamu di di Osnabruck University of Applied Sciences, Jerman.*

[Kanal Media Unpad] Tiga dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran berkesempatan diundang sebagai dosen tamu di beberapa universitas di negara Jerman dan Austria melalui Program Erasmus+ International-Teaching Mobility.

Tiga dosen FEB Unpad tersebut, yaitu Budi Harsanto, Ph.D., FHEA yang menjadi dosen tamu di Osnabruck University of Applied Sciences, Jerman untuk semester musim panas 2023/2024, serta Dr. Hilmiana, S.E., MBA dan Dr. M, M. Nanny Dewi Tanzil, S,E., M.Comm., Ak yang menjadi dosen tamu di University of Graz, Austria.

Pada perkuliahan diselenggarakan 11-20 Mei 2024 lalu, Hilmiana menyampaikan materi mengenai Human Resources Management (HRM), komunikasi dan negosiasi, serta gender dalam konteks budaya Indonesia. Sementara, materi yang disampaikan Nanny Dewi terkait penelitian akuntansi di indonesia, penelitian kegunaan informasi akuntansi pada masa pandemi, serta biaya modal untuk investasi di indonesia.

Sementara pada perkuliahan yang diselenggarakan 13-18 Mei di Jerman, Budi menyampaikan materi mengenai inovasi berkelanjutan di Indonesia, ASEAN, dan global dalam intensive 14 block session  berbobot 2,5 ECTS. Kegiatan ini juga mengundang sejumlah dosen dari empat negara lain, yakni Amerika Serikat, India, Kanada, dan Selandia Baru.

Menurut Hilmiana yang menjadi dosen tamu di Austria, mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pengalaman internasional dalam berbagi pengetahuan merupakan suatu hal yang sangat berharga baginya. Hal tersebut memungkinkannya untuk belajar dari beragam budaya dan perspektif, meningkatkan pemahaman dan apresiasi saya terhadap pendekatan pendidikan yang berbeda.

“Pengalaman ini memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan komunikasi, dan mendorong inovasi dengan memaparkan ide-ide dan praktik-praktik baru. Selain itu, hal ini membantu membangun jaringan koneksi global, membuka pintu menuju peluang kolaboratif dan pertumbuhan bersama. Secara keseluruhan, berbagi pengetahuan secara internasional akan memperkaya pengembangan pribadi dan profesional, berkontribusi pada dunia yang lebih terhubung dan terinformasi. Saya bersyukur atas hal itu,” katanya.

Hal senada dikemukakan Budi yang menjadi dosen tamu di Jerman. Ia menuturkan, banyak pengalaman berharga dan menyegarkan yang diperoleh dengan diundang menjadi dosen tamu di luar negeri.

Selain tentunya makin memperkuat kolaborasi internasional diantara kedua institusi, melalui program ini, ia melihat pendekatan unik yang diterapkan Osnabruck  untuk memperluas skill internasional mahasiswanya.

“Perkuliahan intensif dengan sistem blok 14 pertemuan selama seminggu ini memang padat tapi menyenangkan. Merujuk pada kebijakan Osnabrück University of Applied Sciences, perkuliahan ini bertujuan untuk memperluas wawasan dan perspektif internasional bagi mahasiswa dengan berinteraksi langsung dengan dosen-dosen tamu dari luar negeri. Selain itu kami para dosen tamu juga mendapat kesempatan untuk saling berinteraksi, berjejaring dan berkolaborasi satu sama lain,” katanya. (rilis)*

Share this: