Suasana kegiatan orasi ilmiah pada acara puncak peirngatan Dies Natalis ke-19 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unpad di Kampus FPIK Unpad, Jatinangor, Senin (8/7/2024).*

[Kanal Media Unpad] Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Padjadjaran memperingati Dies Natalis yang ke-19 dengan tema acara “Sinergy for Excellence”. Acara diselenggarakan di Kampus FPIK Unpad, Jatinangor, Minggu (7/7/2024) dan Senin (8/7/2024) .

Di hari pertama, acara secara langsung dibuka oleh Dekan FPIK Unpad, Prof. Dr. sc. Agr. Yudi Nurul Ihsan, S.Pi., M.Si. Pada acara ini seluruh sivitas akademika berkumpul dalam rangka mempererat silaturahmi sekaligus meramaikan acara dengan mengikuti kegiatan fun bike bersama komunitas sepeda Unpad I-Go, senam bersama, bazar, donor darah, serta live music.

Peserta yang hadir juga dapat menikmati sajian khas FPIK Unpad berupa sate ikan tuna yang merupakan hasil kolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam program “Gemar Makan Ikan”. Pada kegiatan ini berlangung juga pembagian hadiah dari perlombaan-perlombaan yang telah berlangsung pada 5 Juni 2024 – 3 Juli 2024.

Peran alumni juga dilibatkan dalam acara temu alumni melalui talkshow, yang menghadirkan Ketua IKA FPIK Unpad Ir. M.Q. Iswara, serta alumni Dinanda Nuswantara Buana S.Pi, Dr. Sunarto, dan Prof. Yudi Nurul Ihsan sebagai narasumber. Acara dimoderatori dosen FPIK Unpad Donny J. Prihadi, Ph.D.

“Harapannya, FPIK Unpad dapat menjadi center of excellence atau pusat unggulan di masa yang akan datang. Sebagaimana motto ‘FPIK Hebat’ yang merupakan akronim dari harmoni, excellent, berkah, amanah, dan transformatif,” ujar Prof. Yudi.

Puncak acara ditutup dengan orasi ilmiah pada hari kedua, yang disampaikan oleh Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Ir. Ishartini dan Dosen FPIK Unpad Dr. Emma Rochima, S.Pi., M.Si.

Dalam orasi ilmiahnya, Ishartini menyampaikan mengenai peningkatan mutu dan keamanan hasil kelautan dan perikanan melalui pengendalian dan pengawasan dengan fokus utama untuk ekspor Uni Eropa. Serangkaian strategi pengembangan produk disusun melalui inovasi budidaya, penanganan, hingga penangkapan yang memungkinkan untuk mendorong peningkatan kualitas produk perikanan.

Ishartini berharap inovasi-inovasi yang digagas dapat dikolaborasikan bersama FPIK Unpad untuk mewujudkan sektor kelautan dan perikanan yang lebih maju.

Selajutnya, Emma menyampaikan mengenai inovasi produk perikanan berbasis hasil samping, yaitu kitin dan kitosan yang dihasilkan dari crustacea. Kitosan sebagai hasil sampingan dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai pengawet, water treatment, hingga hydrogel penutup luka.

Dalam hal ini, Emma menekankan pemanfaatan hasil samping yang memiliki added value dengan proses ekstraksi yang zero waste.

Kegiatan Dies Natalis ini menjadi momentum bagi FPIK Unpad untuk memaparkan hasil capaian selama setahun. Tahun ini, sebanyak 5 program studi FPIK Unpad tercatat dalam Akreditasi ASIIN untuk 5 tahun ke depan.

Sebanyak dua kelas internasional pada program IUP (International Undergraduate Program) di FPIK juga telah diresmikan oleh Rektor Unpad. Selain itu, mahasiswa FPIK Unpad juga berkontribusi dalam pencapaian fakultas melalui pertukaran internasional ke Jepang, Malaysia, Singapura, Australia, dan Korea Selatan.

Acara Dies Natalis ke-19 FPIK Unpad diharapkan mampu menjadi refleksi mengenai seluruh pencapaian yang telah diraih oleh sivitas akademika FPIK Unpad, sehingga FPIK Unpad dapat lebih memaksimalkan potensinya dan menjadi kontributor kemajuan bangsa khususnya di sektor kelautan dan perikanan. (art)*

Share this: