Tim PSDKU Unpad Kembali Gelar Sosialisasi Pengentasan Stunting di Pangandaran

Dosen Perikanan PSDKU Unpad Nora Akbarsyah, M.Si., sedang menyampaikan materi pentingnya pemenuhan gizi anak dengan makan ikan kepada masyarakat Desa Kondangjajar, Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Selasa (9/7/2024).*

[Kanal Media Unpad] Tim Program Pengabdian Masyarakat dari PSDKU Unpad Pangandaran kembali menggelar kegiatan sosialisasi mengenai stunting di desa Kondangjajar, Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Selasa (9/7/2024).

Tim PPM yang terdiri dari Nora Akbarsyah, M.Si., (Dosen Perikanan Laut Tropis PSDKU Unpad), Luthfi Thirafi, M.E.,  (Dosen Administrasi Bisnis PSDKU Unpad) dan  Khoirunnisa, S.Kep., Ners., M.Kep. Sp.Kep.An. (Dosen Keperawatan PSDKU Unpad) melakukan kegiatan yang menjadi program lanjutan dari program  pengentasan stunting Tim pengabdian masyarakat PSDKU Unpad di tahun sebelumnya.

Program pengentasan stunting kali ini mengusung tema “Menuju Generasi Indonesia Merdeka Stunting dan Mandiri Finansial 2025”. Meskipun kasus stunting di Pangandaran mengalami penurunan setiap tahunnya, angkanya masih cukup tinggi.

“Meskipun para ibu di desa Kondangjajar sudah memahami arti penting pemberian gizi terhadap anak. Akan tetapi, masih terdapat dua kasus stunting di desa tersebut sehingga sosialisasi stunting perlu untuk terus dicanangkan” ujar Kepala Desa Kondangjajar Mukarom.

Kegiatan sosialisasi ini diikuti peserta yang berasal dari kelompok ibu-ibu PKK, kader posyandu, serta relawan patriot desa di empat dusun di desa tersebut

Sosialisasi ini selain berfokus pada pengentasan isu stunting juga memberikan pembekalan materi  mengenai komunikasi asertif pada anak dengan menghadirkan narasumber Dosen Keperawatan PSDKU Unpad Kurniawan, Ners., M.Kep. Sp.Kep.J. yang kemudian dilanjutkan pematerian kedua mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak dengan makan ikan yang disampaikan oleh Nora Akbarsyah, M.Si.

Kegiatan sosialisasi diawali  dengan dilakukannya pre test untuk mengukur sejauh mana pemahaman  para ibu mengenai pentingnya pemenuhan gizi ikan dan komunikasi asertif pada anak. Tes dilakukan dengan menjawab beberapa soal yang diberikan.

Meskipun masih banyak jawaban yang kurang tepat, pada akhir pematerian dilakukan post test untuk mengukur kembali pemahaman para ibu terkait materi yang disampaikan.

Hasilnya banyak yang menjawab soal dengan tepat. Hal ini menunjukkan terdapat peningkatan pemahaman para ibu setelah sosialisasi ini dilakukan. Selain itu, dilakukan pengisian kuesioner untuk mengetahui tingkat konsumsi ikan para ibu  di desa Kondangjajar. (arm)*

Share this: