[Kanal Media Unpad] Generasi muda memiliki peran signifikan dalam mendukung pencapaian visi Indonesia Emas Tahun 2045. Perkiraan kondisi bonus demografi di tahun 2045 menunjukkan jumlah penduduk Indonesia berusia muda mencapai 70%. Untuk itu, mahasiswa diharapkan dapat mengambil peran strategis tersebut.
Demikian diungkapkan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, M. Arsjad Rasjid P.M., saat mengisi talk show bertema “Peran Generasi Muda dalam Transformasi Ekonmi Indonesia” di depan mahasiswa baru Universitas Padjadjaran angkatan 2024 di Lapangan Student Center Unpad Jatinangor, Rabu 14 Agustus 2024. Talk show tersebut dipandu moderator Guru Besar FEB Unpad, Prof. Diana Sari, S.E., M.Mgt., PhD.
“Adik-adik mahasiswa yang nanti akan memimpin Indonesia. Kita punya mimpi pada tahun 2045 mendatang, Indonesia akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Indonesia akan menjadi lebih maju dan sejahtera,” ujar Arsjad Rasjid yang juga Anggota Kehormatan Majelis Wali Amanat (MWA) Unpad.
Lebih lanjut Arsjad Rasjid mengatakan, yang kita miliki saat ini adalah bonus demografi. Namun bonus demografi itu akan menjadi malapetaka jika lapangan kerja tidak tersedia pada saatnya nanti. Untuk mendukung tersedianya lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi Indonesia harus tumbuh mencapai 8% dari 5,3% yang ada saat ini. Pertumbuhan ekonomi itu dibutuhkan agar para investor tertarik menanam modal di Indonesia.
“Jika tidak ada lapangan pekerjaan, bonus demografi jadi malapetaka. Jika lapangan tersedia, anda para mahasiswa harus memastikan nanti memiliki keterampilan dan pengetahuan yang cocok dan dibutuhkan oleh industri di masa mendatang. Jadi sekarang, penting untuk fokus belajar sambil cari pengalaman. Belajar teori bagus, tapi magang juga perlu,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Arsjad Rasjid yang merupakan cofounder 5P Global Movement juga memberikan beasiswa kepada 5 mahasiswa baru Unpad. 5P Scholarship memberikan bantuan keuangan kepada lima mahasiswa tersebut selama 4 tahun masa studi. Kelima mahasiswa baru yang menerima beasiswa tersebut adalah Muhammad Adika Putra (Fisika), Arini Sabila Haq (Statistika), Hasna Athiyah Tsani (Keperawatan), Siti Agniya Nurrohmah (Agribisnis), dan Bagus Aditya Dinovit (Hukum).*
