[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran kembali menyelenggarakan kegiatan Unpad Berbagi berupa bakti sosial pemeriksaan osteoporosis dan intervensi nyeri yang didukung oleh Precursor dan Rumah Sakit Unpad. Kegiatan yang merupakan bagian dari kegiatan Dies Natalis ke-67 Unpad ini diselenggarakan di RS Unpad Jatinangor, Minggu 11 Agustus 2024. Ini merupakan kegiatan ketiga dari Unpad Berbagi setelah khitanan massal dan pemeriksaan mata.
Ketua Precursor sekaligus Direktur Utama RS Herry Herman, dr., Sp.OT., PhD, mengatakan bahwa intervensi nyeri merupakan hal yang banyak dialami oleh masyarakat kita sehingga perlu mendapat perhatian serius.
“Dilihat dari peraturan menteri kesehatan, Indonesia telah mengadopsi nyeri sebagai tanda vital yang kelima setelah tensi, nadi, respirasi, dan suhu tubuh,” ujarnya.
Dalam kegiatan ini, Unpad melibatkan 26 dokter ahli termasuk spesialis nyeri, ortopedi, saraf, bedah saraf, serta kedokteran fisik dan rehabilitasi. Unpad, lanjut dr. Herry, secara berkesinambungan akan terus menyelenggarakan kegiatan bakti sosial khususnya intervensi nyeri dan osteoporosis.
Sementara Koordinator Unpad Berbagi, Prof. Dr. Dra. Hj. R. Ira Irawati, M.Si., mengatakan, peserta kegiatan ini berasal dari masyarakat umum dan sivitas akademika Unpad, semua dengan indikasi nyeri dan osteoporosis. Terdaftar sebanyak 120 pasien intervensi nyeri dan 67 pasien osteoporosis. Melalui kegiatan ini, Universitas Padjadjaran berupaya meningkatkan kepedulian dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Untuk kedepannya RS Unpad akan melayani pasien BPJS dengan rujukan dari Klinik Pratama Unpad,” ungkap Prof. Ira Irawati. (Agrina Zalfa)*





