[Kanal Media Unpad] Produksi berlebihan oleh manusia menyebabkan peningkatan emisi, yang berkontribusi pada penumpukan gas rumah kaca di lapisan atmosfer. Hal ini mengakibatkan pemanasan global yang memicu perubahan iklim, juga mengakibatkan berkurangnya lahan dan keterbatasan air bersih. Selain itu, produksi yang berlebihan juga meningkatkan jumlah sampah sehingga memperparah krisis lingkungan.
Demikian dikatakan Staf Khusus Presiden RI, Diaz Hendropriyono, saat menjadi narasumber dalam Kuliah Umum bertema “Dangerous Humans: Towards Zero eMissions” di Bale Sawala Unpad Jatinangor, Senin 19 Agustus 2024. Kuliah yang dimoderatori dosen FTIP Unpad, Dr. Souvia Rahimah, tersebut sekaligus merupakan kuliah perdana bagi mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Unpad.
“Orang-orang yang berperilaku seperti ini adalah yang saya sebut sebagai Dangerous Humans, yaitu orang yang tamak, serakah dan juga apatis,” ujar Diaz Hendropriyono.
Lebih lanjut Diaz menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan dalam produksi dan emisi untuk mencegah dampak lebih buruk bagi bumi. Selama ini, ujarnya, pemerintah telah melakukan berbagai upaya seperti menekankan laju deforestasi dan kebakaran hutan, mendorong energi hijau, penanaman rehabilitasi mangrove, restorasi lahan gambut, pengadopsian kendaraan listrik, dan penanganan sampah yang lebih efektif.
Diaz yang merupakan lulusan S1 dari Norwich Military University AS, memiliki dua gelar S2 dari Hawaii Pacific University dan Virginia Tech AS serta sedang menempuh studi S3 di Virginia Tech AS ini menulis buku Dangerous Humans yang merangkum pengalamannya terlibat di pengelolaan lingkungan, terutama membahas dampak emisi gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global.
Dekan Fakultas Teknologi Industri Pertanian, Dr. Ir. Sarifah Nurjanah, M.App.Sc. dalam sambutannya menyampaikan, bahwa kuliah umum ini selalu dilaksanakan setiap awal semester yang bertujuan untuk memberikan wawasan dan motivasi kepada mahasiswa baru. Hadir kurang lebih 300 mahasiswa mengikuti kuliah umum tersebut.
“Saat ini kita ketahui sudah banyak isu lingkungan, mulai dari perubahan iklim, termasuk didalamnya adalah pemanasan global, polusi dan pencemaran serta percepatan kehilangan biodiversitas, peningkatan emisi rumah kaca dan sebagainya menyebabkan kenaikan suhu di bumi. Tentu hal ini menjadi concern kita semua,” ujar Dekan FTIP. (Agrina Zalfa)*









