Fakultas Peternakan Unpad Gelar FGD Pengembangan Kurikulum Berstandar Internasional

Foto bersama saat pelaksanaan Focus Group Discussion untuk pengembangan kurikulum berstandar internasional Fakultas Peternakan Unpad *

[Kanal Media Unpad] Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran mengadakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “International Standard in Animal Science Education” yang diselenggarakan di eL Hotel Braga, Bandung, Kamis (1/8/2024).

Acara yang melibatkan para akademisi, peneliti, praktisi, dan pembuat kebijakan ini menjadi wadah untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman serta pengetahuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di bidang ilmu peternakan sesuai dengan standar internasional.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Peternakan Unpad Dr. Ir. Rahmat Hidayat, S.Pt., M.Si., IPM mengatakan bahwa prinsip ‘half empty glass’ dalam menyusun kurikulum, yaitu dosen yang cenderung fokus pada kekurangan, kelemahan, atau kesalahan mahasiswa daripada memperhatikan pencapaian dan potensi mereka dapat mengakibatkan mahasiswa merasa tidak dihargai, tidak termotivasi, dan berpotensi menghambat perkembangannya.

Rahmat menyampaikan bahwa prinsip tersebut berbeda dengan pendekatan ‘half-full glass’ yang fokus pada kekuatan dan kemampuan mahasiswa sehingga mendorong mahasiswa untuk terus berkembang dan percaya diri dalam belajar.

“Sebaliknya, kita harus mulai pendekatan ‘half-full glass’ yang lebih optimistis dan berfokus pada kekuatan, kemampuan, dan potensi positif mahasiswa. Prinsip ini mendorong mahasiswa untuk berkembang dan percaya diri dalam belajar, karena mereka merasa didukung dan dihargai,” kata Rahmat.

Lebih lanjut, Rahmat mengatakan bahwa industri yang terus bertransformasi mengharuskan  akademisi untuk mendengarkan masukan dari berbagai pihak, terutama praktisi yang sudah berkecimpung dalam industri peternakan secara langsung.

Rahmat berharap dengan adanya diskusi dalam kegiatan FGD ini, para pembicara dapat terbuka mengenai karakter mahasiswa yang dibutuhkan industri sehingga mengurangi kesenjangan antara akademisi dan praktisi.

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Bernhard Heibl selaku perwakilan University of Veterinary Medicine menjelaskan bahwa terdapat korelasi antara animal welfare dengan hubungan manusia dan hewan sehingga kurikulum yang dipersiapkan harus berorientasi pada perkembangan industri peternakan.

Prof. Benhard menyarankan agar Unpad untuk mengikuti standar internasional dalam menyusun kurikulum, yaitu prinsip dan manfaat Outcome Based Education (OBE), serta cara mengukur hasil belajar siswa berdasarkan OBE.

Kurikulum ini berfokus pada hasil belajar yang diinginkan dan cara mengintegrasikan standar internasional ke dalam kurikulum OBE. Evaluasi dan penilaian efektivitas kurikulum berbasis hasil seperti ini juga menjadi penting, termasuk pengembangan alat penilaian yang sesuai. 

Selain itu, kolaborasi antar institusi pendidikan di berbagai negara untuk mencapai standar internasional, serta program pertukaran mahasiswa dan staf akademik untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di bidang ilmu peternakan juga menjadi sangat penting untuk dilakukan

Dalam FGD Minat Sosial dan Ekonomi Peternakan, I Wayan Suadnyana, S.Pt., menyampaikan bahwa lulusan peternakan harus disertai kemampuan untuk berwirausaha dan menciptakan lapangan pekerjaan. Oleh karena itu, sangat penting peran perguruan tinggi untuk mendukung hal tersebut.

Selanjutnya Muhamad Domi Sattyananda, S.Pt., memaparkan pentingnya perguruan tinggi untuk menyesuaikan diri dan lebih terbuka dalam mendidik generasi Z yang dalam praktiknya lebih melek teknologi dan kreatif, sehingga perguruan tinggi harus lebih terbuka dan fleksibel dalam menyusun kurikulum mengikuti perkembangan zaman yang ada.

Dalam kesempatan ini juga para dosen dan praktisi mengadakan diskusi yang terbagi ke dalam beberapa ruangan untuk membahas lebih lanjut terkait beberapa tantangan industri. Selain itu, memahas juga mengenai cara mempersiapkan kurikulum terbaik agar perguruan tinggi mampu mencetak lulusan yang berkualitas dan berdaya saing tinggi. (rilis)*

Share this: