[Kanal Media Unpad] Majelis Wali Amanat Universitas Padjadjaran (MWA Unpad) memberikan persetujuan atas Laporan Tahunan Unpad Tahun 2024 Tahun Buku 2023 serta persetujuan dan pengesahan Laporan Keuangan Konsolidasian Unpad untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2023. MWA juga menyetujui Laporan Tugas Pengawasan MWA dan memberikan volledig acquit et de charge kepada Rektor, MWA dan Senat Akademik atas tindakan kepengurusan dan pengawasan yang telah dijalankan selama Tahun Buku 2023.
“Volledig acquit et de charge itu pembebasan dari tanggung jawab kecuali tindak pidana. Kalau kesalahan itu bukan kejahatan, tapi pidana itu kejahatan. Dalam bisnis tidak untung itu bukan kejahatan, fraud itu kejahatan,” ujar Ketua MWA Unpad, Dr. Arief Yahya, M.Sc., dalam pemaparannya di Rapat Laporan Tahunan Unpad Tahun 2024 Tahun Buku 2023 yang dilaksakanan di Ruang Serba Guna Rektorat Unpad Gedung 2 Lantai 4, Jl. Dipati Ukur 35 Bandung, Jumat 9 Agustus 2024.
Arief Yahya yang pernah menjabat Direktur Utama Telkom (2012-2014) dan Menteri Pariwisata (2014-2019) ini juga menjelaskan pentingnya penerapan manajemen risiko di Unpad. Saat menjalankan tugasnya, seorang suatu saat akan bertemu dengan kondisi yang akan melampaui kewenangannya. Keputusan harus diambil, bisnis harus jalan terus.
“Dalam bisnis, ada yang namanya business judgment. Dalam bisnis, selalu ada kondisi dimana kita harus melampaui kewenangan namun tetap harus kita lakukan. Seseorang itu akan lebih berani jika risikonya sudah dimitigasi. Ini semua untuk melindungi, agar lebih berani ketika mejabat dan lebih tenang ketika selesai menjabat,” jelasnya.
Penerapan manajemen risiko di Unpad akan membantu memprediksi, mengantisipasi dan mengurangi berbagai risiko yang mungkin terjadi dalam mencapai tujuan universitas. Tujuan penerapan manajemen risiko di perguruan tinggi untuk menciptakan pola baru organisasi yang menjadikan risiko sebagai alat early warning system dalam pelaksanaan operasional organisasi.
Arief Yahya juga memberikan apresiasi atas pencapaian Unpad di bawah kepemimpinan Rektor Unpad, Prof. Rina Indiastuti, SE., MSIE. Secara khusus Arief memaparkan capaian cemerlang Unpad di peringkat QS World University Ranking dari peringkat 800-an di tahun 2021 menjadi 596 di tahun ini, serta peningkatan jumlah Dana Abadi Unpad dari Rp 780 juta di tahun 2021 menjadi RP 57 miliar di tahun ini.
Sementara Rektor Unpad, Prof. Rina Indiastuti memaparkan laporan kegiatan tahun 2023 dan proyeksi rencana kegiatan tahun 2024. Rektor memaparkan program kerja utama 2024 meliputi produktivitas SDM bidang tridharma, pengembangan kapasitas institusi dan keunggulan reputasi akademik. Rektor juga memaparkan pertumbuhan pendapatan Unpad per 31 Juli 2024.
“Sampai 31 Juli 2024, realisasi pendapatan Unpad telah mencapai 62%. Insya Allah saya berhenti 7 Oktober 2024, prognosa pesimis angkanya mencapai Rp 1,7 triliun (dari target Rp 1,75 triliun). Yang optimis, tentu saja targetnya tercapai,” ujar Rektor.
Pada Berita Acara Hasil Rapat Laporan Tahunan 2024 yang dibacakan Ketua Komite Audit dan Manajemen Risiko MWA Unpad, Drs. Kemal Azis Stamboel, M.S.M., selain memberikan persetujuan atas Laporan Tahunan Unpad Tahun 2024 Tahun Buku 2023, Laporan Keuangan Konsolidasian untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2023, dan memberikan volledig acquit et de charge kepada Rektor, MWA dan Senat Akademik, MWA juga menunjuk Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan untuk pemeriksaan atau audit Laporan Keuangan Konsolidasian tahun buku yang berakhir 31 Desember 2024.*




