[Kanal Media Unpad] Pemberdayaan masyarakat dalam kepariwisataan merupakan salah satu prinsip dari pariwisata berkelanjutan. Oleh sebab itu, kerja sama antara pemerintah dan masyarakat serta perencanaan jangka panjang sangat diperlukan dalam mendukung pariwisata berkelanjutan.
“Dengan melibatkan masyarakat lokal dalam kegiatan pariwisata, pariwisata berkelanjutan membantu menciptakan lapangan kerja dan merangsang ekonomi lokal,” ujar Konsultan Senior PT Panghegar Hospitality Management, Ir. Cecep Rukmana, M.M., CHA., saat menjadi narasumber dalam siniar bertema “Wisata Berkelanjutan di Destinasi Terkenal” yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Pariwisata Berkelanjutan Unpad di Gedung Sekolah Pascasarjana Unpad, Bandung, Rabu 7 Agustus 2024.
Cecep Rukmana yang juga pernah menjabat Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) periode 2015-2020 ini menjelaskan, terdapat lima poin yang perlu diperhatikan dalam penerapan wisata, yaitu pengelolaan sumber daya, pelestarian budaya, konservasi lingkungan, manfaat ekonomi dan komunitas lokal, serta manajemen pengunjung.
Sementara Kepala Pusat Studi Pariwisata Berkelanjutan Sekolah Pascasarjana Unpad, Donny Juliandri Prihandi, S.Pi., M.Sc., CPM, Ph.D., yang menjadi host dalam siniar tersebut mengatakan, pariwisata berkelanjutan bertujuan memastikan agar pariwisata yang memiliki sumber daya, dapat tetap terjaga dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar, baik di masa sekarang hingga masa yang akan datang.
Donny menjelaskan bahwa terdapat hubungan yang erat antara pariwisata berkelanjutan dan blue economy karena sama-sama bertujuan untuk mendorong pembangunan ekonomi sekaligus memastikan konservasi serta penggunaan sumber daya laut dan pesisir yang berkelanjutan. Industri pariwisata yang dikelola dengan baik, melalui pemasaran digital dan prinsip wisata berkelanjutan, dapat mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan, sosial, dan ekonomi.
Dalam perencanaan pariwisata berkelanjutan di destinasi terkenal, terdapat beberapa aspek yang perlu diperhatikan, seperti kemacetan, kuota pengunjung atau daya dukung, sarana dan prasarana, transportasi, serta sumber daya. Edukasi mengenai pariwisata penting dilakukan kepada masyarakat dan pemerintah untuk menumbuhkan kesadaran terhadap dampak lingkungan. Maka dari itu, dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah, masyarakat lokal, dan pengunjung.
Pengembangan pariwisata berkelanjutan tidak hanya soal perencanaan dan riset, tetapi juga memerlukan studi yang komprehensif dan pemantauan yang intensif untuk melihat potensi pariwisata berkelanjutan. Maka dari itu, Program Studi Magister Pariwisata Berkelanjutan Unpad berkomitmen untuk menjadi agen perubahan melalui perencanaan dan promosi tempat wisata yang belum banyak dijangkau masyarakat. (rilis) *
