PKKM Agradarma Bantu Kembangkan UMKM di Desa Ciheulang dan Kelurahan Jelekong Kabupaten Bandung

Mahasiswa Agroteknologi Unpad yang tergabung dalam PKKM Agradarma 2024 berpartisipasi dalam “Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan Nasional (GPTPN) ke-IX” di Gedung Budaya Sabilulungan Soreang, Kabupaten Bandung, Juli 2024 lalu. *

[Kanal Media Unpad] Sebagai bagian dari upaya menghadapi berbagai tantangan dalam penyelenggaraan UMKM yang saat ini memegang peranan penting dalam perekonomian lokal, Agradarma 2024 meluncurkan program-program inovatif guna mendukung pengembangan dan pertumbuhan usaha kecil.

Agradarma 2024 merupakan suatu bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat di bidang pertanian yang termasuk ke dalam salah satu Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM). Kegiatan yang melibatkan 47 mahasiswa dari Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran tersebut dilaksanakan sebagai bentuk aksi nyata kepada masyarakat dengan membangun desa bertema “Kriyantasa Abirama” yang berarti penerapan teknologi pertanian yang mengedepankan aspek berkelanjutan.

Argadarma berpartisipasi dalam acara “Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan Nasional (GPTPN) ke-IX” yang diselenggarakan di Gedung Budaya Sabilulungan Soreang, Kabupaten Bandung pada bulan Juli 2024 lalu. Partisipasi Argadarma dalam kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkenalkan, sekaligus memasarkan produk beras beserta produk olahannya dari “YAN Beras” sebagai salah satu UMKM Kelurahan Jelekong, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada skala nasional.

“Dalam acara ini, Agradarma berkolaborasi dengan Perhimpunan Penyuluhan Pertanian Indonesia (Perhiptani) untuk membuka stand untuk memasarkan produk beras dan olahannya. Hasil olahan beras yang dijual merupakan hasil inovasi dari panitia untuk memperkenalkan kualitas beras tersebut seperti tekstur yang pulen dan wangi yang khas melalui hidangan nasi bakar yang dikemas secara menarik,” ujar Renaldi Alfrezzy selaku Project Officer Agradarma 2024.

Agradarma juga menyelenggarakan program strategi pemasaran produk hasil olahan pertanian yang diselenggarakan pada Agustus 2024. Kegiatan tersebut berupa penyuluhan dan praktik yang dikemas secara ringan, mudah dipraktikkan, menarik, tetapi tetap tepat tujuan.

Salah satu strategi yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah pemasaran untuk memperluas jaringan pasar produk olahan tomat ceri dari salah satu UMKM lokal di Desa Ciheulang, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kegiatan ini disambut dengan antusiasme yang sangat tinggi dari pihak masyarakat Desa Ciheulang karena kesadaran masyarakat bahwa pengembangan produk olahan tomat ceri bukan hanya membuka peluang baru di industri kuliner, melainkan juga dapat meningkatkan nilai tambah dari tomat ceri.

Renaldi berharap melalui penyelenggaraan kegiatan Agradarma dapat menciptakan bisnis di bidang pertanian yang dapat berkelanjutan. Tidak hanya itu, Renaldi juga berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pendapatan UMKM. Kesuksesan tersebut tentu akan menjadi bukti bahwa usaha kecil dengan ide kreatif dapat berkembang menjadi besar dan berdampak luas.

“Dengan diselenggarakannya kegiatan Agradarma 2024 ini, diharapkan baik YAN Beras maupun manisan tomat ceri bisa menjadi produk yang populer di pasar setempat, digemari oleh berbagai kalangan, dikenal oleh market yang lebih luas, mampu beradaptasi dengan perubahan pasar dan teknologi, terus berinovasi untuk menghasilkan produk dan layanan yang baru dan unik, serta menciptakan bisnis di bidang pertanian yang dapat berkelanjutan,” jelas Renaldi. (rilis)*

Share this: