[Kanal Media Unpad] Tim Program Pengabdian Masyarakat (PPM) PSDKU Universitas Padjadjaran kembali menggelar kegiatan pendampingan kader posyandu dalam penurunan angka stunting melalui diversifikasi produk perikanan lokal di Desa Karangjaladri, Parigi, Kabupaten Pangandaran, Sabtu (27/7/2024).
Tim PPM tersebut diketuai oleh Dosen Perikanan Laut Tropis PSDKU Unpad Aulia Andhikawati, S.Pi., M.Si. dan beranggotakan Dosen Peternakan PSDKU Unpad Endah Yuniarti S.Pt., M.Si serta Dosen Perikanan Laut Tropis PSDKU Unpad Pringgo Kusuma D.N.Y. Putra, S.Pi., M.Si.
Kegiatan yang mengusung tema “Pendampingan dalam Penanganan Angka Stunting Melalui Fortifikasi Konsentrat Protein Ikan pada Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Balita di Desa Karangjaladri Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran” ini merupakan bagian dari rangkaian PPM tahun kedua yang bertujuan untuk mendukung pengentasan stunting di Kabupaten Pangandaran.
Kegiatan ini dihadiri oleh 21 orang perwakilan kader posyandu dari desa Karangjaladri. Selama acara berlangsung, para kader posyandu menerima pelatihan tentang metode fortifikasi serta keuntungan protein ikan dalam pemberian makanan tambahan (PMT) untuk balita.
Pelatihan ini dirancang agar para kader dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk memantau dan memperbaiki kualitas PMT yang disediakan bagi balita di desa Karangjaladri.
Kegiatan dimulai dengan pre-test untuk mengukur sejauh mana pengetahuan para kader tentang pentingnya kandungan gizi, seperti pemberian protein ikan dalam PMT untuk balita. Selanjutnya kegiatan diikuti dengan adanya pelatihan pembuatan abon ikan sebagai sumber protein, dimulai dengan pembahasan mengenai peran penting ikan terutama pada kandungan proteinnya yang tinggi.
Pada sesi pelatihan ini peserta diajarkan cara memilih ikan yang baik, teknik memasak, serta proses pembuatan abon ikan, termasuk pemasakan, pengolahan, dan penambahan bumbu. Abon ikan yang dihasilkan kaya akan nutrisi, terutama protein yang sangat bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
Kegiatan diakhiri dengan pelaksanaan post-test untuk mengevaluasi pemahaman peserta tentang materi yang telah disampaikan selama acara berlangsung. Melalui post-test tersebut menunjukkan adanya peningkatan pemahaman para kader posyandu tentang penurunan angka stunting melalui pemanfaatan produk perikanan. (arm)*
