Bahas Kolaborasi untuk Keberlanjutan Laut, FPIK Unpad Gelar Seminar ISCO 2024

Foto bersama pimpinan Unpad bersama para peserta seminar ISCO 2024 di Bale Sawala Unpad Jatinangor, Selasa 3 September 2024. (Foto oleh: Dadan Triawan)*

[Kanal Media Unpad] Puluhan peserta dari 6 negara mengikuti seminar 2nd Indonesian Seas: Catalysts for Ocean Sustainability (ISCO) 2024 bertema From the University to the World yang dilaksanakan di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad kampus Jatinangor, Selasa 3 September 2024. ISCO merupakan seminar internasional yang dikelola oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unpad, dengan tujuan mendorong kolaborasi internasional demi mencapai keberlanjutan laut.

“Mari kita manfaatkan seminar ini sebagai tempat menjalin engagement dan kolaborasi. Semoga Anda semua dapat menyampaikan ide-ide dan ilmu baru, sehingga kita bisa membangun suatu pertukaran akademis dari hal-hal tersebut,” ujar Rektor Unpad, Prof. Rina Indiastuti.

Dalam sambutannya, Rektor Unpad memaparkan makna diadakannya ISCO 2024 bagi Unpad dan mitra-mitranya. ISCO 2024 merupakan simbol komitmen Unpad untuk memperkuat kolaborasi internasional, spesifiknya dalam hal ilmu kelautan. Diharapkan, ISCO 2024 dapat menjadi wadah pengembangan ide dan inovasi dalam rangka kerja sama dalam bidang riset dan edukasi. Acara tersebut juga dihadiri oleh Asisten Deputi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Yogi Yanuar.

Diharapkan, ISCO 2024 dapat menghasilkan riset-riset termutakhir dan akan membantu menghadapi isu-isu yang ada, seperti perubahan iklim, beserta meningkatkan reputasi institusi yang terlibat.

Sementara Dekan FPIK Unpad, Prof. Dr. sc.agr. Yudi Nurul Ihsan menjelaskan fokus Unpad terhadap keberlanjutan dan pelestarian laut dan lingkungan alam. Prof. Yudi memaparkan, Unpad menyadari pentingnya keberlanjutan laut bagi semua orang. Lebih lagi, Unpad berkomitmen untuk senantiasa menjaga keberlanjutan dan kelestarian laut demi kebaikan bersama.

“Kami sadar bahwa masyarakat dunia bergantung pada kesehatan dan kualitas sumber daya laut. Lautan mencakup 70% permukaan bumi, itu mengapa kita perlu untuk menjaga itu senantiasa lebih baik lagi,” jelas Prof. Yudi.

Prof. Yudi juga mengharapkan para peserta dapat menggunakan kesempatan ini tidak hanya untuk membahas urusan kelautan, tetapi juga untuk membangun jejaring dan menjalin kerja sama.

Acara tersebut juga diisi dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas Padjadjaran dengan Insitute of Oceanology Chinese Academy of Sciences (IOCAS). MoU tersebut akan membuka jalan untuk kolaborasi lebih lanjut antara Unpad dan IOCAS dalam hal program akademik, riset, maupun pendidikan. Dokumen tersebut ditandatangani oleh Prof. Rina Indiastuti selaku Rektor Unpad, dan Prof. Fan Wang, selaku Director IOCAS. *

Share this: