[Kanal Media Unpad] Tim Program Kreativitas Mahasiswa – Riset Eksakta (PKM-RE) Universitas Padjadjaran berhasil melakukan penemuan terobosan baru dalam dunia kesehatan, yaitu kombinasi ekstrak kecambah brokoli (Brassica oleracea var. italica) dan doksorubisin yang dapat berpotensi memberikan efek sinergis sangat kuat dalam pengobatan kanker payudara. Penelitian tersebut diselenggarakan di Laboratorium Kimia Bahan Alam Unpad, Laboratorium Sentral Unpad, dan Pusat Laboratorium Forensik Bogor yang dilakukan pada April-Juli 2024 lalu.
Pada penelitian sebelumnya ditemukan bahwa kombinasi doksorubisin dengan bahan alam dapat mengurangi toksisitas terhadap sel kanker payudara jenis MCF-7. Doksorubisin merupakan agen kemoterapi yang sudah digunakan secara luas, tetapi penggunaannya sering menyebabkan berbagai efek samping termasuk resistensi terhadap sel kanker.
“Kombinasi antara ekstrak kecambah brokoli dan doksorubisin memberikan harapan baru bagi pengobatan kanker payudara, khususnya dalam mengurangi efek samping yang timbul dari penggunaan doksorubisin tunggal,” ujar Citra selaku salah satu peneliti utama dalam riset ini.
Pelaksanaan riset ini berawal dari penanaman kecambah brokoli hingga berumur 3 hari yang mengandung sulforafan mencapai 10-100 kali lebih besar dibandingkan dengan brokoli dewasa. Selanjutnya, kecambah brokoli diekstraksi dan dilakukan pengujian menggunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT).
Lebih lanjut, hasil ekstrasi tersebut dianalisis melalui LC-MS/MS untuk memastikan kandungan sulforafan yang terkandung di dalamnya dan diuji sitotoksiknya terhadap sel kanker payudara MCF-7, baik secara tunggal maupun dalam kombinasi dengan doksorubisin.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa ekstrak kecambah brokoli memiliki efek sitotoksik yang lemah terhadap sel kanker payudara MCF-7 secara tunggal dengan nilai IC50 sebesar 138,70 µg/mL. Namun, ketika dikombinasikan dengan doksorubisin, kombinasi ini memiliki efek sitotoksik sangat kuat dengan nilai IC50 0,67 µg/mL dan nilai Combination Index (CI) dari kombinasi ini menunjukkan bahwa kedua agen tersebut dapat bekerja sinergis dalam menekan pertumbuhan sel kanker dengan nilai 0,04293.
Manfaat Klinis dan Harapan Masa Depan
Penelitian ini menunjukkan bahwa sulforafan yang terkandung dalam kecambah brokoli memiliki potensi besar untuk digunakan sebagai agen ko-kemoterapi. Dengan kombinasi yang tepat tidak hanya efektivitas pengobatan kanker yang dapat ditingkatkan, tetapi juga menurunkan risiko efek samping yang sering dialami pasien kanker akibat terapi kemoterapi konvensional.
Langkah selanjutnya dapat dilakukan uji lebih lanjut untuk memastikan keamanan dan efektivitas kombinasi ini pada skala klinis yang lebih besar. Tim peneliti berharap bahwa hasil temuan ini dapat menjadi dasar bagi pengembangan obat kanker yang lebih efisien dan ramah bagi pasien di masa depan.
“Temuan ini sangat berpotensi menjadi solusi pengobatan kanker payudara yang lebih terjangkau dan aman,” ujar Citra.
Selain melaporkan hasil penelitian ini ke jurnal ilmiah nasional, tim peneliti juga berencana melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui akun Instagram @doxoraphane.*

