Unpad dan Pertamedika IHC Canangkan Pembangunan RS Kanker di Bandung

Rektor Unpad Prof. Rina Indiastuti dan Plt. Dirut Pertamedika IHC Dr. dr. Lia G. Partakusuma, Sp.PK (K), MM, MARS, FAMM., menandatangani prasasti pencanangan pembangunan RS Kanker di Jl. Dipati Ukur 46 Bandung, Rabu 11 September 2024. (Foto oleh: Dadan Triawan)*

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran dan Pertamedika IHC melaksanakan Pencanangan Pembangunan Rumah Sakit Kanker yang akan mulai dibangun tahun 2025 mendatang. Model kerja sama pemanfaatan barang milik negara ini merupakan yang pertama kali dilakukan oleh PTN Badan Hukum. Penandatanganan prasasti dilakukan oleh Rektor Unpad Prof. Rina Indiastuti dan Plt. Direktur Utama PT Pertamina Bina Medika IHC Dr. dr. Lia G. Partakusuma, Sp.PK (K), MM, MARS, FAMM., di Jl. Dipati Ukur 46 Bandung, Rabu 11 September 2024.

“Unpad menerapkan kerja sama  pemanfaatan aset dengan industri atau sektor private, jadi di kerja sama ini Unpad sebagai public dan IHC sebagai private. Unpad punya lahan negara, punya sumber daya manusia, lalu IHC punya pengalaman mengelola rumah sakit dan memiliki dana investasi. Jadilah kami berkolaborasi, dan model kerja sama seperti ini merupakan yang pertama dilakukan PTNBH,” ujar Rektor Unpad.

Rektor menjelaskan, lahan yang akan dibangun sudah clean and clear. Artinya selain bersertifikat, pemanfaatannya juga sudah mendapat persetujuan dari Kementerian Keuangan sebagai pemilik lahan, juga akan dibebaskan dari pedagang kaki lima yang selama ini berdagang di pinggir jalan sekitar lahan pembangunan.

Sementara dr. Lia Partakusuma mengatakan, kanker merupakan masalah Kesehatan yang sangat kompleks dengan angka morbiditas dan mortalitas sangat tinggi di Indonesia. “Pengalaman kami di IHC, jumlah kasus kanker tahun ini meningkat 3 kali lipat disbanding tahun lalu. Kanker paling sering adalah kanker payudara dan serviks, diikuti kanker paru-paru dan hati,” ujar dr. Lia yang merupakan alumni FK Unpad.

Saat ini, lanjut dr. Lia, Indonesia menempati peringkat 8 di Asia Tenggara angka kejadian penyakit kanker. Penyakit ini merupakan hal yang perlu ditangani bersama mengingat biaya untuk menanganinya masih tinggi. Awalnya, beberapa tahun lalu, Unpad dan Pertamedika IHC merencanakan pembangunan RS Jantung, Otak dan Kanker. Namun kini, rencananya berubah menjadi pembangunan RS Kanker.

“Kita melakukan visibility study, kita melihat apa kasus apa yang paling dibutuhkan masyarakat, penanganannya masih membutuhkan waktu lama, antrian panjang, fasilitasnya atau SDM-nya. Ternyata di Jawa Barat, kanker masih menjadi kendala sehingga lebih dibutuhkan oleh Masyarakat,” jelas dr. Lia.

Menurut rencana, RS Kanker Pertamina Unpad yang dibangun akan memiliki 7 lantai (termasuk basement) dengan luas bangunan antara 10.000-12.000 m2. Lahan yang disediakan seluas 8.900m2, dan diharapkan bisa melaksanakan groundbreaking pada awal tahun 2025.*

Share this: