[Kanal Media Unpad] Dalam upaya mewujudkan komitmen menghasilkan lulusan berkualitas siap menghadapi tantangan dunia industri, Sekolah Vokasi Universitas Padjadjaran mengadakan lokakarya bertajuk “Rekonstruksi Kurikulum Sekolah Vokasi” di Ballroom El Royale Hotel, Jl. Merdeka No.2, Bandung pada 21 dan 22 Oktober 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan dan memperbaharui kurikulum pendidikan vokasi agar lebih relevan dengan kebutuhan industri.
“Sekolah Vokasi merupakan salah satu tulang punggung utama bagi Unpad dalam merealisasikan, mengimplementasikan, serta membangun dunia pendidikan menjadi dunia nyata,” ujar Wakil Rektor Bidang Organisasi dan Perencanaan Unpad, Prof. Drs. Yanyan Mochamad Yani, MAIR., Ph.D., yang mewakili Rektor Unpad dalam pembukaan kegiatan lokakarya.
Mahasiswa vokasi Unpad akan lebih mendapatkan praktik yang bersifat kreatif. Nantinya, para mahasiswa diharapkan memiliki keahlian yang dibuktikan dengan sertifikasi. Setiap mahasiswa Sekolah Vokasi Unpad akan memperoleh kesempatan memiliki satu sertifikasi keahlian yang biayanya disubsidi oleh Unpad. Selain itu, setiap tahun mereka juga akan mengikuti satu ujian sertifikasi.
Dekan Sekolah Vokasi Unpad Dr. Kurniawan Saefullah, S.E., M.Ec., mengatakan bahwa penyelenggaraan lokakarya ini merupakan implementasi dari Peraturan Rektor No.16 dan 17 tahun 2024, di mana pada masa transisi, sekolah vokasi perlu melakukan reorientasi pembelajaran sekaligus rekonstruksi kurikulum yang sebelumnya dibentuk dan disusun oleh fakultas masing-masing.
“Kita memiliki 14 program studi dari 8 fakultas asal yang lahirnya memang beragam dan berbeda, serta memiliki orientasi yang juga berbeda-beda. Salah satu indikator utama yang perlu kita upayakan dalam rekonstruksi kurikulum ini adalah meningkatkan employability dari para lulusan,” jelas Kurniawan.
Salah satu narasumber dalam lokakarya tersebut, Prof. Dr. Kai Handel dari Osnabrueck University of Applied Sciences, Jerman, mengatakan, sekolah vokasi harus dinilai menggunakan metrik evaluasi yang berbeda, dengan fokus pada kolaborasi industri, kepuasan mahasiswa, dan daya serap kerja, bukan hanya pencapaian akademis yang berfokus pada teori dan materi pelajaran yang diajarkan di dalam kelas.
“Sekolah vokasi yang sukses harus memiliki misi yang jelas, sesuai dengan kebutuhan regional serta menekankan penelitian terapan dan daya serap kerja. Selain itu, pengalaman praktis sangat penting, dengan program magang yang harus diintegrasikan ke dalam kurikulum untuk memberikan kesempatan belajar langsung kepada mahasiswa,” papar Prof. Handel.
Pada kesempatan tersebut, turut hadir Wakil Dekan Sekolah Vokasi Dr. Risna Resnawaty, M.P., serta pimpinan fakultas, kepala unit, serta dosen dari Sekolah Vokasi Unpad.
Terdapat lima sesi pada hari pertama yang meliputi “Perbandingan Perkembangan Sekolah Vokasi Eropa dan Asia” oleh Prof. Kai Handel dari Osnabrueck University of Applied Sciences, Jerman, “Konsep Praktika/Lab dan Teaching Factory untuk Sekolah Vokasi” oleh Kepala Lab & Studio Sekolah Vokasi Ir. Yogi Suherman, S.E., M.M., dan Kaprodi Teknologi Industri Kimia Unpad Muhammad Yusuf, Ph.D., “Kemitraan dan Sinkronisasi Pendidikan Vokasi di Perguruan Tinggi dan Industri” oleh Wakil Ketua Tim Koordinasi Vokasi Daerah Jabar dan Wakil Ketua Umum Kadin Jabar Bidang Industri, SDM, RisTek, Inovasi & Kewirausahaan Ir. Hadi S. Cokrodimejo, M.D.Phil.
Sesi berikutnya memaparkan materi “Penerapan Model Pembelajaran Pendidikan Vokasi” oleh Ketua Satuan Pengawas Internal, Politeknik Negeri Bandung Hastuti, S.E., M.Si. Ak., “Perkembangan Persiapan Pendidikan Vokasi Unpad 2022-2024 untuk Transformasi Sekolah Vokasi Unpad” oleh Wakil Dekan Bidang Sumber Daya dan Organisasi FEB Unpad Dina Sartika, S.E., M.Si., Ph.D., dan “Employability di Dunia Vokasi” oleh Prof. Kai Handel dari Osnabrueck University of Applied Sciences, Jerman.
Sementara pada hari kedua besok, materi diisi oleh Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Tatang Muttaqin, S.Sos., M.Ed., Ph.D. dengan tema “Perkembangan Pendidikan Vokasi di Indonesia, Persiapan Kurikulum & Prospek Dosen-Dosen Vokasi di Indonesia” serta Penjaminan Mutu Sekolah Vokasi Unpad Prof. Dr. Engkus Kuswarno, M.S. dengan tema “Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi di Unpad”.*



