[Kanal Media Unpad] Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melakukan kunjungan ke Desa Hegarmanah, Jatinangor, Sumedang, meninjau pelaksanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan Paduan Suara Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran (PPK Ormawa PSM FKep Unpad). Kunjungan ini bertujuan memastikan program yang diimplementasikan berjalan sesuai dengan rencana dan memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat.
Dalam kunjungan tersebut, reviewer dari Belmawa yang terdiri dari Soecipto dan Arif Pangaribowo, didampingi tim Universitas Padjadjaran yang terdiri dari dosen pendamping dan ketua pelaksana PPK Ormawa PSM FKep Unpad, mengadakan diskusi dengan masyarakat, sasaran program, serta para mahasiswa yang terlibat. Perwakilan Belmawa menyampaikan apresiasinya atas upaya yang dilakukan mahasiswa FKep Unpad melalui program ini.
“Kami melihat adanya potensi di Karinding ini. Kami berharap, agar potensi ini bisa berkembang tidak hanya di sini saja, tetapi berkembang sampai luar negri. Kami juga berharap program ini terus memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Soecipto.
Program PPK Ormawa PSM FKep Unpad di Desa Hegarmanah ini melibatkan mahasiswa dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat, khususnya di bidang kebudayaan. Program tersebut mencakup pematerian Karinding, latihan rutin Karinding, field trip, dan festival budaya. Sejak dimulainya program ini, warga desa merasakan manfaatnya, terutama dalam hal peningkatan kesadaran akan pentingnya menjaga budaya agar tetap lestari. Belmawa juga memberikan saran dan masukan terkait program pengembangan di masa depan. Mereka menyampaikan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa, pihak desa, dan pemangku kepentingan lainnya agar program dapat lebih optimal dalam memberikan manfaat.
Kunjungan Belmawa ini diharapkan dapat memperkuat implementasi program di lapangan, memastikan tercapainya tujuan program, serta memberikan dorongan bagi para mahasiswa untuk terus berkarya di bidang pengabdian masyarakat. Dengan adanya kunjungan ini, PPK Ormawa PSM FKep Unpad berharap program-program yang telah dijalankan dapat terus dikembangkan dan memberikan kontribusi nyata bagi Desa Hegarmanah, serta menjadi model bagi program serupa di desa-desa lainnya.
Karuna Fest
PPK Ormawa Paduan Suara Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran, PSM Fakultas Keperawatan Unpad dan Komunitas Karinding Jatinangor menyelenggarakan Karuna Fest, sebuah festival seni budaya yang mengusung alunan tradisional Karinding sebagai sorotan utama di Lapangan Voli GMA 13 Mekarasih, Hegarmanah, Jatinangor, Sabtu 12 Oktober 2024.
Karuna Fest diramaikan oleh berbagai penampilan talenta lokal yang menghibur masyarakat. Suasana penuh kegembiraan terasa sejak dimulainya acara, di mana warga dapat menikmati beragam hiburan seni dari komunitas-komunitas lokal. Pertunjukan ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkenalkan dan melestarikan seni tradisional Nusantara kepada generasi muda.
Memasuki siang hingga malam hari, panggung Karuna Fest dimeriahkan oleh penampilan dari mitra-mitra seni, termasuk Lingkung Seni Sunda (Lises) Universitas Padjadjaran dan Annual Concert PSM FKep Unpad yang ke-10. Tidak hanya itu, sebuah sesi bincang budaya bersama maestro Karinding, Abah Olot dari Cimanggung, menjadi sorotan khusus bagi para penikmat seni tradisional. Abah Olot berbagi pengalaman dan wawasan mendalam tentang perjalanan dan makna seni Karinding dalam budaya Sunda.
Acara puncak yang berlangsung pada malam hari menjadi momen yang sangat dinantikan oleh para pengunjung. Kolaborasi apik antara penampilan Karinding dan PSM FKep Unpad menciptakan perpaduan alunan tradisional dan harmoni paduan suara yang memukau. Acara ini semakin meriah dengan kehadiran sanggar-sanggar seni dari seluruh penjuru Jatinangor dan bahkan hingga Kabupaten Bandung. Di antaranya adalah Sanggar Sekar Wanci, Sanggar Jaga, Sanggar Paskala, Sanggar Pancaraksa, Karinding Tatar dan The Sin dari Rancaekek.
Dengan adanya Karuna Fest, Desa Hegarmanah, Jatinangor kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu pusat pelestarian seni tradisional Nusantara. Festival ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sebagai upaya nyata untuk merawat warisan budaya melalui kolaborasi antar komunitas seni. Para pengunjung yang hadir pun merasa terhanyut dalam kesakralan alunan Karinding, yang membawa mereka lebih dekat dengan akar budaya Sunda. Karuna Fest tidak hanya menghidupkan kembali semangat berkesenian, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan menghargai kekayaan budaya lokal yang penuh nilai-nilai luhur.
Sebelumnya, sejak Juni 2024, PPK Ormawa FKep Unpad juga telah melaksanakan pelatihan rutin Karinding kepada anak-anak dan remaja berusia 12 hingga 18 tahun di Hegarmanah Jatinangor dengan tujuan melestarikan alat musik Karinding. Ada empat jenis teknik permainan karinding atau pirigan yang diajarkan kepada para peserta, yaitu Tutunggulan, Tonggeret, Iring-iringan, dan Rereogan.* (Rilis PPK Ormawa FKep Unpad)






