Tim Riset Kebidanan FK Unpad Lakukan Pelatihan Kesehatan Reproduksi di PSDKU Unpad Pangandaran

Foto bersama pelaksanaan Pelatihan Kesehatan Reproduksi oleh Tim Riset Kebidanan FK Unpad di PSDKU Unpad Pangandaran, Kamis 24 Oktober 2024. (Foto Dokumentasi FK Unpad)*

[Kanal Media Unpad] Tim riset program studi Sarjana Terapan Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran menyelenggarakan pelatihan Kesehatan Reproduksi kepada 50 mahasiswa PSDKU Unpad Pangandaran di Kampus PSDKU Unpad Pangandaran, Cintaratu Kabupaten Pangandaran, Kamis 24 Oktober 2024. Pelatihan bertujuan memberi pembekalan materi kesehatan reproduksi dan materi persiapan masa pranikah.

“Pembekalan kesehatan reproduksi sangat penting untuk diberikan kepada mahasiswa, terutama mahasiswa non-kesehatan, karena beberapa mahasiswa mungkin belum pernah mendapatkan materi tersebut,” ujar Dr. Puspa Sari, SST., M.Keb, dosen Kebidanan FK Unpad yang juga ketua tim pelaksana riset.

Riset ini merupakan kerja sama FK Unpad dengan Kementerian Kesehatan Direktorat Kesehatan Usia Produktif & Lanjut Usia Materi terdiri dari 5 modul dilengkapi dengan quiz, dan dapat diakses oleh mahasiswa pada laman https://belajarkesga.kemkes.go.id/ulp_course/kesehatan-reproduksi-bagi-mahasiswa/. Mahasiswa dapat mengakses sertifikat pelatihan setelah mengikuti semua modul. Modul yang disajikan terdiri dari materi singkat, infografis, juga video yang menarik, sehingga mahasiswa tertarik memahami materi-materi didalamnya.

Lebih lanjut Puspa mengatakan, tema kesehatan reproduksi masih dirasakan mahasiswa sebagai hal yang tabu. Kurangnya pemahaman terhadap kesehatan reproduksi dapat mengakibatkan beberapa permasalahan. Tiga besar masalah kesehatan reproduksi yang banyak terjadi dikenal dengan istilah TRIAD KRR atau tiga risiko yang paling banyak dihadapi remaja terkait Kesehatan Reproduksi Remaja yaitu masalah seksualitas, penyakit menular seksual (HIV/AIDS), dan NAPZA.

Program untuk mengatasi masalah Kesehatan reproduksi remaja sebetulnya sudah banyak dilaksanakan di Tingkat SMP dan SMA, namun program tersebut belum banyak menjangkau mahasiswa di perguruan tinggi. Padahal mahasiswa termasuk kelompok penting dalam mendapatkan materi kesehatan reproduksi, sebagai persiapan masa penikahan yang sehat.

Puspa dan tim yaitu Astuti Dyah Bestari, SST., M.Keb., Neneng Martini, SST., M.Keb., Bdn. Sefita Aryuti Nirmala, SST., M.Keb., MH., dan Yan Yan Yasirulhaq, dr, yang sama-sama fokus pada masalah kesehatan reproduksi wanita usia subur termasuk mahasiswa, merasa beruntung karena diberikan tawaran oleh Kementerian Kesehatan Direktorat Kesehatan Usia Produktif & Lanjut Usia, sebagai tim pelaksana pelatihan Kesehatan reproduksi mahasiswa.

Puspa dan tim juga mendapatkan dukungan dari Kepala Departemen dan Kepala Pusat Studi SKIP-Nakes FK Unpad, karena kegiatan riset dan pengabdian masyarakat melalui pelatihan Kesehatan reproduksi pada mahasiswa dapat menjadi kebermanfaatan dan keberlangsungan (sustainability) tidak hanya pada mahasiswa Unpad tetapi juga perguruan tinggi lainnya. Selain pada mahasiswa Unpad, Puspa dan tim juga memberikan pelatihan pada mahasiswa di perguruan tinggi lain seperti ITB dan IKOPIN. Harapannya agar semua mahasiswa memahami masalah dan solusi atas masalah kesehatan reproduksi, juga sebagai persiapan masa pernikahan kelak.

Sesi pertama, pelatihan diawali dengan pretest, kemudian dilanjutkan dengan sesi kedua yaitu pemberian materi mengenai self awareness dan self love, relasi dengan orangtua dan teman, kekerasan dan kesetaraan gender, gizi seimbang, penyakit infeksi dan imunisasi pencegahan penyakit kesehatan reproduksi, kesehatan mental, kepedulian terhadap lingkungan, kesehatan reproduksi laki-laki dan perempuan, perilaku seksual yang sehat, career dan financial planning juga family planning.

Sesi pelatihan diakhiri dengan posttest untuk melihat peningkatan pengetahuan mahasiswa terkait kesehatan reproduksi. Setelah pelatihan selesai dilakukan diskusi kelompok terfokus untuk mengetahui masalah kesehatan reproduksi yang dialami mahasiswa, juga hambatan dalam mengakses layanan kesehatan reproduksi pada mahasiswa.

Mahasiswa PSDKU Unpad Pangandaran yang mengikuti pelatihan menunjukkan semangat dan antusiasme yang tinggi, terlihat dan keaktifan dan keikutsertaan pelatihan dari awal sampai akhir sesi. Mahasiswa dan perwakilan BEM, diminta untuk menyampaikan materi juga laman pelatihan gratis pada rekan mahasiswa lain yang kebetulan tidak dapat mengikuti pelatihan.  

Direktur PSDKU Unpad Pangandaran, Alexander M. A. Khan, S.Pi., M.Si., Ph.D. menyampaikan, pihaknya sangat berharap kegiatan seperti ini bisa rutin per semester dilakukan, pesertanya juga dapat diperluas dengan mengundang pelajar Kelas 12 SMA se-Kabupaten Pangandaran, selain untuk sharing ilmu juga sekaligus untuk mengenalkan PSDKU Unpad Pangandaran.* (Rilis FK Unpad)

Diskusi kelompok mengenai masalah Kesehatan Reproduksi dan Hambatan Terhadap Akses Pelayanan Kesehatan Reproduksi
Share this: