Konservasi Bukan Sekadar Melindungi, Tapi Juga Memastikan Keberlanjutan Ekosistem

Talkshow Festival Rasitara yang diselenggarakan oleh BEM Kema Universitas Padjadjaran secara hybrid di Bale Sawala, Unpad Kampus Jatinangor, pada Sabtu, 23 November 2024. (Foto Dokumentasi Panitia)*

[Kanal Media Unpad] Konservasi alam tidak hanya soal melindungi flora dan fauna, tetapi juga memastikan keberlanjutan ekosistem secara menyeluruh. Maka dari itu, dibutuhkan pendekatan yang holistik dalam upaya konservasi alam untuk mencapai keberlanjutan.

Hal ini disampaikan oleh Ibu Inge Yangesa, Analis Kebijakan dari Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dalam Talkshow Festival Rasitara yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM Kema) Universitas Padjadjaran. Mengusung tema “Penguatan Pertahelix dalam Aksi Kolektif untuk Menghadapi Eksploitasi demi Keberlanjutan Konservasi Bekantan”, kegiatan ini diselenggarakan secara hybrid di Bale Sawala, Unpad Kampus Jatinangor, pada Jumat – Sabtu, 22 – 23 November 2024.

“Konservasi itu berbeda di tiga level: perlindungan, pengawetan, dan pemanfaatan berkelanjutan. Semua ini harus berjalan seimbang untuk menjaga keanekaragaman hayati kita,” ujar Inge.

Dalam paparannya, Inge menjelaskan bahwa konservasi dilakukan untuk memastikan habitat spesies tetap aman dari gangguan manusia. Regulasi seperti PP No. 7 tentang pengelolaan kawasan konservasi menjadi payung hukum untuk melindungi kawasan penting. Inge mengatakan bahwa bekantan menjadi contoh bagaimana keanekaragaman hayati Indonesia memerlukan perhatian khusus. Maka dari itu, penguatan hukum diperlukan untuk mencegah degradasi habitat dan kepunahan spesies yang terancam.

“Konservasi bukan hanya tentang menjaga alam tetap utuh, tetapi juga bagaimana masyarakat dapat memanfaatkannya secara berkelanjutan tanpa merusak ekosistem,” jelas Inge.

Pada kesempatan tersebut, turut hadir Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Zoologi Terapan BRIN Dr. Tri Amoko, Founder Sahabat Bekantan Indonesia Dr. Amalia Rezeki M.Pd., serta Kontributor Mongabar Donny Iqbal sebagai narasumber dalam Takshow Festival Rasitara.

Pada hari pertama Festival Nusantara, dilaksanakan Pameran Nusantara di Teater Pengetahuan, Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor. Pameran tersebut menampilkan hasil eksplorasi dan riset yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Padjadjaran, khususnya mengenai konservasi bekantan di Kalimantan Selatan.

Festival Rasitara tidak hanya menjadi ajang edukasi dan diskusi, tetapi juga bukti nyata bahwa kolaborasi lintas sektor dapat membawa dampak signifikan dalam upaya pelestarian lingkungan. Unpad juga menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya konservasi dan pelestarian lingkungan, baik melalui riset, pendidikan, maupun aksi nyata. Dengan semangat yang ditanamkan, diharapkan langkah kecil yang dimulai dari individu maupun komunitas dapat menciptakan perubahan besar untuk masa depan bumi.*

Share this: