[Kanal Media Unpad] Kelompok mata kuliah Olah Kreativitas dan Kewirausahaan (OKK) 146 Sub Kelompok 2 Universitas Padjadjaran bersama dosen fasilitator Rafan Darodjat, S.S., S.H., M.H., menggelar Aksi Sosial Edukasi dan Penanaman Sayur secara Hidroponik kepada anggota PKK Kecamatan Jatinangor yang diselenggarakan di Kantor Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang pada Selasa, 5 November 2024.
Kegiatan yang terdiri dari pemberian materi mengenai ketahanan pangan dan praktik menanam sayuran dengan metode hidroponik wicksystem tersebut merupakan bentuk nyata peningkatan ketahanan pangan di lingkungan Kecamatan Jatinangor.
Tim OKK 146 Sub Kelompok 2 beranggotakan 8 Mahasiswa/i dari berbagai fakultas di Universitas Padjadjaran, yaitu; Anindya Imaningtyas, Anita Andayani, Azfa Nurafrina Rabani Syarifah, Felicia Ramya Anindita, Jagad Dewantara, Muhammad Rifqi Aryadi, Poppy Indira Dewani, dan Thalita Syahra Haeracahyani,
Jagad Dewantara menyampaikan bahwa metode hidroponik adalah metode terbaik bagi pemula dengan tingkat keberhasilan yang cukup tinggi karena tidak memerlukan penggunaan alat yang rumit serta minim perawatan, yaitu hanya dengan menggunakan sumbu yang akan membawa campuran air dan nutrisi itu naik ke tanaman dan membantu pertumbuhan tanaman.
Kegiatan ini diawali dengan pematerian mengenai ketahanan pangan yang disertai dengan pemberian kuisioner berhadiah. Kegiatan dilanjutkan dengan peragaan dan praktik penanaman sayuran hidroponik. Lebih lanjut, aksi sosial ini ditutup dengan sesi dokumentasi dan pembagian sayuran pakcoy sebagai buah tangan untuk para partisipan.
Ketahanan pangan penting untuk masa depan suatu wilayah akan indepensi pangan bagi masyarakatnya. Selain itu, ketahanan pangan merupakan aspek penting dalam suatu negara yang dapat menggambarkan bagaimana kondisi kesejahteraan di negara tersebut karena pangan merupakan kebutuhan pokok setiap individu. Oleh karena itu, penyelenggaraan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan edukasi mengenai pangan dan membantu masyarakat Kecamatan Jatinangor untuk menghadapi krisis ketahanan pangan.*


