[Kanal Media Unpad] Dosen Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran, Prof. Mega Fatimah Rosana dan Dr .Eng. Santi Dwi Pratiwi, berkesempatan menghadiri International Conference on Advanced Research and Education (ICARE) 2025 yang diselenggarakan di Nay Pyi Taw, Myanmar, pada 9-11 Januari 2025 lalu.
Kedua dosen Geologi tersebut diundang oleh Kementerian Pendidikan Myanmar untuk mempresentasikan hasil riset serta terlibat secara langsung dalam diskusi ilmiah bersama perwakilan dari 43 universitas, institusi, dan pusat riset negara-negara ASEAN+5.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Mega mempresentasikan penelitian berjudul “Earth Science Education for SDGs Application in Geopark Development: A Case Study in Indonesia Geoparks” dan Dr. Santi mempresentasikan hasil risetnya yang berjudul “Nannofossil Distribution on Ciletuh Palabuhanratu UNESCO Global Geopark of Indonesia: Application for Paleoclimate Changes”.
Prof. Mega mempresentasikan hasil penelitiannya dalam bentuk poster yang mengangkat isu-isu strategis geopark, penerapan pendidikan geopark dalam kurikulum, serta perubahan iklim geologis dan dampaknya terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) yang bertujuan untuk memperkaya diskusi ilmiah mengenai geopark. Kajian ini juga mendapat perhatian dari media lokal dan televisi Myanmar, serta apresiasi positif dari Menteri Pendidikan Myanmar.
Sementara itu, Dr. Santi menyampaikan bahwa ICARE 2025 memberikan peluang bagi para delegasi untuk memperkuat kerja sama antara universitas dan institusi pendidikan. Konferensi ini membuka kesempatan kolaborasi di berbagai bidang, seperti pendidikan, Earth and Ocean Science, UMKM dan TVET, serta teknologi Natural Language Processing (NLP) dan Kecerdasan Buatan (AI). Konferensi ini mengumpulkan berbagai kelompok pendidik, peneliti, pembuat kebijakan, dan profesional industri untuk mendorong kolaborasi interdisipliner dan penelitian yang bermanfaat.
Lebih lanjut, Prof. Mega dan Dr. Santi menyampaikan penghargaan kepada komite ICARE 2025 atas kesempatan melakukan diskusi yang sangat berharga. Melalui konferensi internasional ini, keduanya berharap dapat meningkatkan kualitas penelitian, mengikuti perkembangan terbaru di lapangan, serta mengkaji peran pendidik dalam pembangunan berkelanjutan dan pencapaian SDGs.
Partisipasi dalam ICARE 2025 juga membuka peluang besar untuk mempererat hubungan internasional antara Universitas Padjadjaran dan institusi pendidikan di Myanmar. Prof. Mega menyatakan bahwa hal ini sejalan dengan visi Unpad untuk terus memperluas jejaring kerja sama global dan berperan aktif dalam pengembangan riset dan pendidikan di tingkat internasional.
Konferensi ini diselenggarakan oleh Department of Education Research, Planning and Training, Kementerian Pendidikan Myanmar, Yangon University of Education, Dagon University, West Yangon University, Shandong University of Science and Technology, State Key Laboratory of Satellite Ocean Environment Dynamics, Second Institute of Oceanography, Kementerian Sumber Daya Alam, serta Hangzhou dan Guangzhou Marine Geological Survey. Turut hadir dalam konferensi ini adalah Minister Counsellor dari Kedutaan Republik Indonesia di Yangon beserta staf, yang juga memberikan apresiasi atas kehadiran perwakilan perguruan tinggi Indonesia di ICARE 2025.* (Rilis FTG Unpad)



