Foto bersama Komisioner BNSP, Prof. Amilin, dan pimpinan Unpad di lobi Gedung Rektorat Unpad Jatinangor, Senin 20 Januari 2025. (Foto oleh: Jalasenastri Saprala)*

[Kanal Media Unpad] Lembaga Sertifikasi Profesi Universitas Padjadjaran sedang mempersiapkan diri menambah 45 skema sertifikasi baru, dari 10 skema sertifikasi yang sudah ada saat ini. Penambahan skema ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan sertifikasi kompetensi seluruh program studi di Unpad.

“Penambahan skema itu perlu karena tantangan dunia pekerjaan di masa mendatang akan lebih dahsyat. Perguruan tinggi harus bisa menyiapkan lulusnya yang bisa menghadapi tantangan dunia usaha dan dunia industri tersebut,” ujar Komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Prof. Amilin, saat berkunjung ke Gedung Rektorat Unpad Jatinangor, Senin 20 Januari 2025.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Amilin bertemu dengan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad, Prof. Zahrotur Rusyda Hinduan, S.Psi., MOP., Ph.D., Direktur Pendidikan Non Gelar drg. Erli Sarilita, S.KG., M.Sc., Ph.D., Kepala Kantor Pendidikan Non Gelar dan Pendidikan Profesi, Dr. dr. Insi Farisa Desy Arya, M.Si., dan Manager Sertifikasi LSP Unpad, Lani Gumilang, S.ST., MM.

Menurut Prof. Amilin, penambahan skema sertifikasi diharapkan dapat merespon kebutuhan perguruan tinggi yang harus menyiapkan lulusan kompeten bagi dunia usaha dan dunia industri.

“Tadi saya mendapat informasi bahwa proses penambahan skema ini sudah tahap revisi. Jika sudah ada revisi, perbaikan, jika lengkap maka akan ada proses persetujuan. Nanti persetujuan skema ini harus masuk ke pleno anggota BNSP dahulu,” jelas Prof. Amilin yang juga Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Prof. Amilin memaparkan, jumlah LSP yang ada di Indonesia, khususnya yang ada di perguruan tinggi, masih belum banyak. Dari ribuan kampus di Indonesia, jumlah LSP yang ada belum mencapai 200.

“Jadi Unpad sebagai salah satu perguruan tinggi negeri besar yang telah memiliki LSP, diharapkan menjadi role model bagi LSP perguruan tinggi yang ada di Indonesia,” ujarnya.*

Share this: