Tingkatkan Kapasitas Pengelola Bisnis, Unpad Gelar Pelatihan Lanjutan Empower Business

Pelaksanaan “Pelatihan Lanjutan: Penyusunan Laporan Keuangan dan Manajemen Risiko bagi UUA dan SU di Lingkungan Universitas Padjadjaran” di RSG Gedung 2 Lantai 4 Unpad Jl. Dipati Ukur 35 Bandung, Senin 20 Januari 2025. (Foto oleh: Dadan Triawan)*

[Kanal Media Unpad] Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pengelola Unit Usaha Akademik (UUA) dan Satuan Usaha (SU), Universitas Padjadjaran menggelar pelatihan lanjutan bertajuk “Pelatihan Lanjutan: Penyusunan Laporan Keuangan dan Manajemen Risiko bagi UUA dan SU di Lingkungan Universitas Padjadjaran”.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 20-21 Januari 2025, di RSG Gedung 2 Lantai 4 Unpad ini bertujuan untuk memperkuat transparansi keuangan dan mitigasi risiko, mendukung pengelolaan yang lebih efisien di lingkungan universitas. Pelatihan lanjutan ini merupakan bagian dari kegiatan Empower Business yang telah dilaksanakan pada 9-10 Januari 2025 lalu.

Workshop ini sangat penting karena dalam menjalankan bisnis, kita tidak hanya perlu memperhatikan aspek hukum, risiko, akuntansi, dan berbagai aspek lainnya. Oleh karena itu, kita harus memahami dan memperbaiki setiap aspek tersebut secara menyeluruh,” ujar Direktur Pengelolaan Bisnis Unpad, Dr. Helitha Novianty Muchtar, SH., MH.

Pada hari pertama, materi yang diberikan mencakup konsep dasar laporan keuangan, penyusunan laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, laporan arus kas, serta perubahan aset netto. Sementara pada hari kedua, peserta dibekali dengan materi tentang analisis dan interpretasi laporan keuangan, praktik penyusunan laporan keuangan komprehensif, serta identifikasi, evaluasi, dan analisis risiko. Hari kedua juga mencakup topik manajemen risiko dan studi kasus terkait aplikasi manajemen risiko, yang diharapkan dapat memberikan pemahaman praktis bagi peserta dalam mengelola risiko dalam usaha mereka.

Pada pelatihan ini, peserta yang terdiri dari pengelola UUA dan SU Unpad dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok kemudian mendapatkan bimbingan langsung dari dosen dan fasilitator terkait, yang memberikan arahan serta pemahaman mendalam mengenai penyusunan laporan keuangan dan manajemen risiko. Pendekatan ini diharapkan dapat mempermudah peserta dalam menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk meningkatkan pengelolaan usaha di lingkungan Unpad.

“Laporan keuangan harus disusun dengan efektif, jelas, dan mudah dibaca, agar dapat dipahami oleh rektor atau pihak terkait lainnya. Selain itu, laporan harus disusun dengan rapi, sesuai standar, dan tidak boleh sembarangan,” jelas Helitha.

Melalui pelatihan ini, UUA dan SU yang ada di Unpad diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan dan manajemen risiko. Selain itu, peserta juga diharapkan dapat mengimplementasikan pengetahuan tersebut dalam operasional mereka, yang pada akhirnya akan mendukung keberlanjutan dan efisiensi usaha di lingkungan Unpad.*

Share this: