[Kanal Media Unpad] Unit SAR Unpad bersama dengan Perhimpunan Mahasiswa Penempuh Rimba & Pendaki Gunung Mahatva Fakultas Pertanian Unpad yang merupakan perwakilan dari Forum Komunikasi Padjadjaran Rescue (FKPR) turut membantu operasi pencarian seorang pendaki yang sempat dinyatakan hilang ketika mendaki Gunung Manglayang via Barubereum. Pencarian dilakukan selama dua hari pada 18-19 Februari 2025.
Unit SAR Unpad bersama PMPR & PG Mahatva Faperta Unpad memberangkatkan beberapa anggotanya untuk mengikuti operasi SAR di Gunung Manglayang via Barubereum. Unsur lainnya yang terlibat dalam operasi tersebut diantaranya adalah Kantor SAR Bandung, SAR Brimob Polda Jabar, BPBD Kab. Sumedang, Satpol PP, Riksa Bumi, KOMPAS SMAN 1 Jatinangor, Little Ambulance, Jungle Ghost, Ranger BC Barubereum, PA Bandung Raya, serta masyarakat setempat.
Anggota Unit SAR Unpad, Fahrur Rizqi, menceritakan, seorang pemuda asal Rancaekek bernama Wendi Ibnu Al Farizi (23) mendaki Gunung Manglayang via Barubereum seorang diri pada Minggu, 16 Februari 2025 pukul 19.12 WIB. Sebelum memulai perjalanan, Wendi berpesan kepada pihak basecamp Barubereum apabila sampai Senin, 17 Februari 2025 pukul 05.00 WIB belum ada kabar dari dirinya, ia meminta pihak basecamp menghubungi keluarga atau kerabatnya. Hingga hari Selasa, 18 Februari 2025 ternyata Wendi masih belum turun gunung dan tidak ada kabar apa pun. Diduga yang bersangkutan masih berada di puncak bayangan Gunung Manglayang dan tersesat.
Setelah berkoordinasi dan mengonfirmasi kebenaran laporan, Kantor SAR Bandung menyatakan bahwa Wendi telah hilang dan perlu dilakukan operasi SAR untuk mencarinya pada Selasa 18 Februari 2025. Pencarian dilakukan dengan menyusuri jalur pendakian. Sayangnya belum ditemukan petunjuk apa pun terkait keberadaan survivor. Malam harinya tim Ranger BC Barubereum menginap di area puncak untuk memantau barangkali yang bersangkutan kembali melintas atau terdapat petunjuk lainnya. Sedangkan tim SAR gabungan yang lain kembali ke area basecamp.
Keesokan harinya, Rabu 19 Februari 2025, tim SAR gabungan dibagi menjadi dua SRU (Search and Rescue Unit) untuk melakukan penyisiran jalur pendakian melalui darat dan observasi visual melalui udara menggunakan alat UAV Thermal atau drone. Penyisiran dilakukan sampai ke area puncak bayangan (pos 4) hingga pukul 12.45 WIB. Masih belum mendapat petunjuk, kedua SRU pun kembali ke basecamp Barubereum. Pukul 15.00 WIB pencarian hari kedua untuk sementara dicukupkan dengan hasil yang masih nihil.
“Setelah melakukan evaluasi operasi pada hari kedua, tanpa disangka-sangka survivor atas nama Wendi berjalan seorang diri ke basecamp Barubereum pada pukul 17.52 WIB. Wendi datang dari arah Curug Antani dalam keadaan lemas dan kurang asupan sehingga langsung dievakuasi ke RS AMC Cileunyi untuk mendapat pertolongan pertama. Diduga ia tersesat ke area Curug Antani dan kesulitan mencari jalan keluar,” ujar Fahrur Rizqi.* (Rilis)



