Mahasiswa KKN Unpad Wujudkan Desa Tanggap Bencana di Desa Banyuresmi Sumedang

Foto bersama mahasiswa KKN, perangkat desa, warga dan pelajar di Desa Banyuresmi, Kabupaten Sumedang dalam menginisiasi program pengembangan desa tanggap bencana. (Foto Tim KKN 178 Unpad)*

[Kanal Media Unpad] Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 178 Universitas Padjadjaran menginisiasi program pengembangan desa tanggap bencana di Desa Banyuresmi, Kabupaten Sumedang. Menggunakan metode Participatory Learning and Action yang berfokus pada keaktifan serta kolaborasi masyarakat, program ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana alam, khususnya tanah longsor dan kebakaran.

“Kami terus berkomitmen membangun ketangguhan masyarakat melalui program pengabdian, salah satunya melalui kegiatan kesiapsiagaan bencana oleh mahasiswa KKN di Desa Banyuresmi. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya mitigasi bencana sebagai budaya sehari-hari. Selain mengaplikasikan ilmu, mahasiswa juga membantu menciptakan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Semoga inisiatif ini dapat membangun kesiapsiagaan dan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana demi keselamatan bersama,” ujar Reza Mohammad Ganjar Gani S.T., M. T., Dosen Pembimbing Lapangan KKN Kelompok 178.

Program ini menghadirkan sosialisasi yang bertajuk “Tanggap Bencana Sejak Usia Dini” yang diselenggarakan di sekolah dasar dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman anak-anak tentang bencana dan mitigasinya. Kegiatan ini mencakup pemaparan materi tentang jenis-jenis bencana, jalur evakuasi, serta tindakan mitigasi, yang diperkaya dengan video pembelajaran dan sesi evaluasi berupa pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terkait bencana, membuktikan keberhasilan program sosialisasi ini.

Selain itu, digelar juga kegiatan “Edukasi dan Simulasi Penanggulangan Kebakaran dan Kedaruratan” bersama UPT Pemadam Kebakaran Wilayah Tanjungsari yang melibatkan perangkat desa, kepala wilayah, serta masyarakat setempat. Peserta juga mendapatkan materi mengenai penyebab kebakaran, cara penanggulangan, dan penggunaan alat pemadam api, serta simulasi penanggulangan kebakaran secara langsung.

Pelatihan “Optimalisasi Posko Kebencanaan” juga menjadi bagian dari program ini. Dengan menghadirkan Kepala BPBD Kabupaten Sumedang sebagai pemateri, peserta diberikan wawasan tentang cara membangun dan mengelola posko kebencanaan sebelum terjadi bencana. Masyarakat juga diperkenalkan dengan aplikasi pemantauan bencana berskala nasional. Selain itu, peserta juga dikenalkan dengan alat-alat penanggulangan bencana, seperti tandu dan alat evakuasi korban.

Sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, mahasiswa KKN juga menyusun Modul Evakuasi Desa Banyuresmi, sebuah buku panduan yang memuat informasi seputar bencana, termasuk pemetaan titik rawan longsor, prosedur evakuasi, serta tindakan saat terjadi tanah longsor, dan dilakukan pemasangan rambu rawan longsor di Jl. Kopeng, Kp. Cigintung. Pemasangan rambu ini bertujuan untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat dan pengguna jalan mengenai potensi bahaya longsor di daerah tersebut.

Mahasiswa juga berperan dalam memantau kesehatan dan keberlanjutan pangan di masyarakat melalui pemeriksaan tensi dan pelatihan untuk membuat komposter biopori untuk menjaga sumber daya alam dan manusia. Melalui serangkaian kegiatan ini, program KKN Kelompok 178 Unpad berhasil meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat Desa Banyuresmi dalam menghadapi potensi bencana, sehingga diharapkan desa ini menjadi lebih tanggap dan siap dalam menghadapi keadaan darurat.*

Share this: