Diskusi Seagrass Voice Unpad Bahas Potensi Ekowisata di Padang Lamun

Peserta webinar diskusi Seagrass Voice ke-3, #NgeLamunSore-Sore bertajuk “Potensi Sumberdaya Lamun sebagai Penunjang Ekowisata di Pulau-Pulau Indonesia” pada Jumat, 28 Februari 2025. (Tangkapan Layar Zoom)*

[Kanal Media Unpad] Sekolah Pascasarjana dan Pusat Studi Pariwisata Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan Yayasan Konservasi Cakrawala Indonesia dalam menyelenggarakan kegiatan webinar diskusi Seagrass Voice ke-3, #NgeLamunSore-Sore bertajuk “Potensi Sumberdaya Lamun sebagai Penunjang Ekowisata di Pulau-Pulau Indonesia” pada Jumat, 28 Februari 2025. Webinar diskusi ini membahas mengenai peran lamun dalam mendukung ekowisata dan keberlanjutan lingkungan di wilayah pesisir.

Padang lamun merupakan ekosistem pesisir yang tersebar luas di Indonesia dan berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, seperti menyediakan habitat bagi berbagai spesies ikan dan berkontribusi dalam penyerapan karbon. Namun, ekosistem ini masih kurang mendapat perhatian dan menghadapi berbagai ancaman akibat aktivitas manusia serta pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi langkah kolaboratif antara berbagai perguruan tinggi dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi padang lamun, sekaligus menjadi wadah diseminasi hasil riset terkait ekosistem ini.

Webinar dibuka dengan sambutan Dekan Sekolah Pascasarjana Unpad, Prof. Dr. med. Setiawan, dr., AIFM, yang menekankan pentingnya kolaborasi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan upaya konservasi lingkungan. Sementara itu, materi utama disampaikan oleh Kepala Tempa Uji Kompetensi Kelautan Perikanan sekaligus dosen FPIK Unpad Dr. Donny J. Prihadi, M.Sc., CPM, yang membahas lebih dalam mengenai potensi lamun dalam ekowisata, serta berbagai strategi untuk melindungi ekosistem ini.

Sesi diskusi yang dipimpin oleh Kepala Pusat Studi Pariwisata Berkelanjutan Unpad Kevin Muhamad Lukman, S.T., M.Env., Ph.D., sebagai moderator, turut mengupas integrasi konsep ekowisata dengan pendekatan sustainable tourism dan regenerative tourism, yang dapat membantu melestarikan padang lamun.

Lebih lanjut, peserta webinar juga membahas berbagai aktivitas wisata yang dapat dikembangkan di ekosistem padang lamun serta metode konservasi yang tepat untuk menjaga keberlanjutannya. Diskusi ini mendapatkan respons positif dari peserta, yang melihat pentingnya sinergi antara wisata berkelanjutan dan perlindungan ekosistem pesisir.

Melalui webinar ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap konservasi padang lamun semakin meningkat, serta mendorong lebih banyak penelitian dan kolaborasi dalam menjaga ekosistem pesisir di Indonesia.* (Rilis)

Sumber: https://pasca.unpad.ac.id/seagrass-voice-webinar-diskusi-potensi-ekowisata-padang-lamun/

Share this: