FKG Unpad dan Dinas Kesehatan Jabar Kolaborasi Rancang Program Pemeriksaan Gigi untuk Sekolah dan Madrasah

Suasana Rapat Koordinasi Pemeriksaan Gigi dan Mulut pada Masyarakat dan Peserta Didik melalui Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) di Dinas Kesehatan Pemprov Jabar, Jalan Pasteur No. 25, Bandung, Jumat, 21 Maret 2025. (Foto Dokumentasi Humas FKG Unpad)*

[Kanal Media Unpad] Permasalahan kesehatan gigi dan mulut masih menjadi perhatian saat ini, khususnya di provinsi Jawa Barat. Permasalahan terlambat tumbuhnya gigi permanen pada anak-anak dapat berkaitan dengan kondisi stunting atau hambatan pertumbuhan anak. Fakta lain menunjukan dampak penyakit gigi dan mulut terhadap kualitas hidup diantaranya 10,5% penduduk Jabar berusia 3 tahun terdampak kualitas hidupnya akibat penyakit gigi (angka nasional menyentuh 8,8%). Selain itu sebanyak 89,9% penduduk Jabar di atas 3 tahun tidak pernah berobat ke tenaga kesehatan.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Pemerintahan Provinsi Jawa Barat, drg. Juanita Paticia Fatima, M.KM., menyampaikan hasil penjaringan kesehatan peserta didik tahun ajaran 2023/2024 di Jawa Barat menunjukkan, peserta didik dengan karies terdapat sebanyak 40,39% siswa SD/MI, 21,4 % SMP/MTs, dan 19,51 % SMA/MA/SMK. Hal tersebut diungkapkan dalam Rapat Koordinasi Pemeriksaan Gigi dan Mulut pada Masyarakat dan Peserta Didik melalui Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) di Dinas Kesehatan Pemprov Jabar, Jalan Pasteur No. 25, Bandung, Jumat, 21 Maret 2025.

“Alangkah lebih baiknya program ini dimulai dari PAUD, anak sekolah atau madrasah yang berjumlah 11 juta jiwa untuk mewujudkan manusia unggul. Kita tidak mungkin hanya mengandalkan 1.106 puskesmas yang ada di Jabar, kita harus berkolaborasi untuk program penanganan bersama-sama. Ini adalah tugas dan tanggung jawab kita bersama untuk menjadikan anak-anak kita manusia yang unggul,” ujar drg. Juanita Paticia Fatima.

Dinas Kesehatan Jabar bersama Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran serta para stakeholder terkait merancang program Pemeriksaan Gigi dan Mulut pada Masyarakat dan Peserta Didik melalui Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) di Jabar tahun 2025 dalam rangkaian “Safari Pembangunan” dibawah arahan Gubernur Jawa Barat. Program ini bertujuan meningkatkan kesehatan gigi dan mulut masyarakat dan peserta didik sebagai upaya promotif, preventif yang terintegrasi dalam usaha kesehatan. Sasarannya adalah masyarakat umum dan peserta didik kelas 1-2 sekolah dasar/madrasah sebagai prioritas utama untuk intervensi dini.

Pemeriksaan, pencegahan, dan perawatan gigi anak sekolah dilakukan dengan berbasis Model Pentahelix. Model inovatif ini dicetuskan oleh Guru Besar sekaligus Dekan FKG Unpad Prof. Dr. Dudi Aripin, drg., Sp.KG., Subsp.KR. Model pentahelix merupakan suatu model inovatif untuk penanganan kesehatan gigi anak sekolah melalui kolaborasi dengan melibatkan 5 elemen utama pembangunan yaitu pemerintah, akademisi, praktisi/industri, masyarakat, dan media.

Kolaborasi pentahelix dalam program ini diantaranya Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Jawa Barat (Dinkes, Diskominfo, Dinas Pendidikan), Kanwil Kemenag Jabar, Pemkab/Pemkot, dan RSKGM dari unsur pemerintah. Dari unsur akademisi yaitu dosen dan mahasiswa dari FKG Unpad, FKG Universitas Maranatha, FKG Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Poltekkes Jurusan Kesehatan Gigi. Unsur praktisi yang terlibat diantaranya PDGI dan Pengcab se-Jabar, Persatuan Terapis Gigi Mulut Pengwil Jabar dan Pengcab se-Jabar. Selain itu kolaborasi dengan pegiat kesehatan dari unsur masyarakat, unsur industri dari PT. Unilever, PT. Cobra Dental, dan unsur media berkolaborasi dengan Kantor Komunikasi Publik Unpad dan media massa.

Prof. Dudi Aripin, mengatkaan, salah satu program Kementerian Kesehatan RI adalah Indonesia ditargetkan bebas karies pada tahun 2030. “Dengan konsep pentahelix kita bisa bergerak bersama dalam melakukan kegiatan yang merujuk pada Indonesia bebas karies,” kata Prof Dudi.

“Ini merupakan kegiatan yang baik sekali karena bila dilihat dari peran unsur pemerintah ini yang utama adalah mengintegrasikan upaya kesehatan gigi masyarakat, dan melibatkan seluruh komponen. Kita harus bergerak bersama mewujudkan Indonseia bebas karies, semoga melalui kegiatan ini karies di Jabar bisa turun,” harap Prof. Dudi.

Rencana penanganan kesehatan gigi anak sekolah akan dilakukan dalam bentuk upaya promotif, preventif, dan kuratif sederhana. Sedangkan implementasinya melalui upaya jangka pendek, menengah, dan panjang. Program ini diharapkan dalam dilaksanakan pada bulan April 2025.* (Rilis Humas FKG Unpad)

Share this: