IOCAS Tiongkok Jajaki Potensi Kerja Sama dengan PSDKU Unpad Pangandaran

Direktur PSDKU Unpad Pangandaran, Alexander M.A. Khan, Ph.D., memberikan sambutan saat menerima kunjungan dua peneliti dari Institute Oceanology Chinese Academy of Science (IOCAS) Tiongkok di Kampus PSDKU Unpad Pangandaran pada 13-14 Maret 2025. (Foto Dokumentasi PSDKU Unpad Pangandaran)*

[Kanal Media Unpad] Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Padjadjaran di Pangandaran menerima kunjungan dari dua peneliti dari Institute Oceanology Chinese Academy of Science (IOCAS) Tiongkok di Kampus PSDKU Unpad Pangandaran pada 13-14 Maret 2025. Kunjungan ini menjadi momentum strategis dalam menjajaki potensi kerja sama riset dan pengembangan sumber daya manusia di bidang kelautan dan perikanan.

Kedatangan dua peneliti IOCAS, Dr. Wang Zheng dan Prof. Xingru Fang, tersebut didampingi oleh Wakil Dekan I Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unpad, Prof. Dr. Ir. Rita Rostika, M.Si., serta beberapa staf dosen dan tenaga kependidikan dari FPIK Unpad. Kunjungan tersebut diterima oleh Direktur PSDKU Unpad Pangandaran, Alexander M.A. Khan, S.Pi., M.Si., Ph.D., Ketua Program Studi Perikanan Laut Tropis, Lantun P. Dewanti, S.Pi., MEP., serta Wakil Direktur III Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Afriana Kusdinar, S.St.Pi., M.Sc.

Selama dua hari kunjungan, tim dari IOCAS mengadakan serangkaian pertemuan untuk memahami potensi kelautan dan perikanan di Pangandaran serta menjajaki peluang kerja sama riset di masa depan. Dalam diskusi yang berlangsung, Dr. Wang Zheng menyoroti bahwa fasilitas di PSDKU, termasuk gedung dan peralatan penelitian, memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut guna mendukung penelitian kelautan dan perikanan berskala oceanic research.

Sementara itu, Prof. Xingru Fang meninjau Automatic Weather Station (AWS) yang telah terpasang di kampus. Prof. Fang menjelaskan bahwa interaksi antara atmosfer dan laut di wilayah Pangandaran memiliki potensi besar untuk dikaji lebih dalam guna mendukung penelitian oseanografi serta mitigasi bencana, khususnya untuk wilayah Samudra Hindia bagian selatan Jawa Barat. Alexander Khan menyampaikan bahwa dalam waktu dekat, pembangunan gedung dan laboratorium baru akan segera dilakukan. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat menunjang riset dan pengembangan ilmu pengetahuan dalam bidang kelautan dan perikanan.

Pangandaran sendiri merupakan wilayah yang sangat strategis untuk penelitian ilmiah, karena menjadi pusat berbagai fenomena oseanografi dan meteorologi di Samudra Hindia, seperti tsunami, rip currents, ENSO (El Niño-Southern Oscillation), dan IOD (Indian Ocean Dipole). Selain itu, kawasan ini juga memiliki potensi besar dalam perikanan tangkap, pengelolaan pariwisata bahari, serta kawasan konservasi laut yang berkelanjutan.

Selain diskusi akademik dan riset, Dr. Wang Zheng juga berkesempatan menjadi dosen tamu dalam sesi kuliah bersama Noir Primadona Purba, S.Pi., M.Si., dari Program Studi Magister Konservasi. Dalam kuliah tersebut, mereka membahas dampak interaksi atmosfer dan lautan terhadap dinamika kelautan, termasuk pengaruhnya terhadap wilayah penangkapan ikan.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Wang Zheng juga memaparkan bahwa IOCAS membuka peluang bagi mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan studi di Tiongkok dengan dukungan beasiswa. Informasi ini disambut antusias oleh para mahasiswa dan dosen yang hadir, mengingat adanya potensi peningkatan kerja sama akademik antara Unpad dan IOCAS.

Selain mengunjungi fasilitas kampus, tim IOCAS juga melakukan kunjungan lapangan ke beberapa lokasi strategis di sekitar Pangandaran, termasuk Pantai Barat Pangandaran dan Bojongsalawe. Kunjungan ini memberikan gambaran langsung mengenai kondisi oseanografi dan ekosistem pesisir di wilayah tersebut serta mengeksplorasi potensi penelitian lapangan yang dapat dikembangkan bersama.

Kunjungan ini menandai langkah awal kerja sama yang lebih erat antara Universitas Padjadjaran dan IOCAS. Dengan potensi besar yang dimiliki Pangandaran dalam bidang kelautan, perikanan, serta mitigasi bencana oseanografi, diharapkan kolaborasi ini dapat menghasilkan inovasi riset yang bermanfaat bagi kedua institusi serta mendukung pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan di Indonesia.* (Rilis PSDKU Unpad Pangandaran)

Share this: