Dukung Penguatan Akademik dan Riset, Unpad Sediakan Akses LinkedIn Learning untuk Mahasiswa

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad, Prof. Zahrotur Rusyda Hinduan, S.Psi., MOP., Ph.D., saat membuka Workshop Optimalisasi LinkedIn Learning bagi seluruh Program Studi yang ada di Lingkungan Unpad di Ruang Livin’ Lantai 2 Gedung Rektort Unpad Jatinangor pada Rabu, 23 April 2025. (Foto oleh: Jalasenastri Saprala)*

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran digital dengan mengadakan Workshop Optimalisasi LinkedIn Learning bagi seluruh program studi yang ada di lingkungan Unpad. Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Livin’ Lantai 2 Gedung Rektort Unpad Jatinangor pada Rabu, 23 April 2025 ini bertujuan meningkatkan kesiapan lulusan Sarjana dan Sarjana Terapan di pasar kerja global serta menyediakan fasilitas upskilling riset bagi mahasiswa pascasarjana.

“Apa yang ditawarkan oleh LinkedIn Learning pada dasarnya dapat dimanfaatkan oleh seluruh sivitas akademika, terutama mahasiswa. LinkedIn Learning ini menawarkan platform berskala internasional dengan topik yang sangat beragam dan relevan,” ujar Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad, Prof. Zahrotur Rusyda Hinduan, S.Psi., MOP., Ph.D.

Pemanfaatan LinkedIn Learning dinilai sangat relevan untuk seluruh sivitas akademika, khususnya mahasiswa. LinkedIn Learning dapat menjadi sarana untuk mendukung mahasiswa dalam meraih sertifikasi yang relevan. Selain itu, platform ini juga mendukung proses pelacakan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan kemahasiswaan dan pengabdian kepada masyarakat.

Narasumber dalam workshop tersebut, Marsel Mauricius selaku Account Director LinkedIn, menyampaikan bahwa LinkedIn Learning merupakan sebuah platform yang fleksibel dan dapat dimanfaatkan dengan berbagai teknik sesuai kebutuhan pengguna. Menurut Marsel, platform ini tidak hanya menyediakan materi pembelajaran yang luas, tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi serta sarana berbagi pengalaman untuk mendukung pengembangan diri dan profesionalitas sivitas akademika.

“Yang dibutuhkan adalah bagaimana bisa membimbing mahasiswa ke arah yang benar, dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan. Tantangannya saat ini, pekerjaan yang akan mereka jalani mungkin belum tentu ada saat ini. Ini hal baru yang perlu kita antisipasi dan navigasikan bersama sebagai institusi,” jelas Marsel.

Sebagai bentuk kebijakan tahun ini, Unpad akan memberikan akses LinkedIn Learning kepada seluruh mahasiswa pada empat semester akhir program Sarjana dan Sarjana Terapan, serta seluruh mahasiswa Pascasarjana. Pemberian akses ini didasarkan pada kebutuhan mahasiswa tingkat akhir yang sedang mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Di tingkat pascasarjana, LinkedIn Learning juga dinilai relevan untuk mendukung penguatan akademik dan riset.

Sementara itu, Direktur Pendidikan Non-Gelar Unpad, drg. Erli Sarilita, S.KG., M.Sc., Ph.D., menyampaikan bahwa mahasiswa Unpad saat ini telah mendapatkan akses akun LinkedIn Learning. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini, para pimpinan program studi dan dosen diajak untuk berdiskusi guna merumuskan strategi pemanfaatan platform tersebut secara optimal.

“Kaprodi dan dosen dapat berdiskusi mengenai cara memanfaatkan LinkedIn Learning, serta bagaimana dapat mendorong mahasiswa untuk memanfaatkannya. Tujuannya adalah agar mahasiswa memperoleh keterampilan tambahan di luar yang sudah diajarkan di prodinya, sehingga dapat mempercepat proses mahasiswa dalam mencari pekerjaan,” jelas Erli.

Melalui kegiatan workshop ini, diharapkan dapat menjadi langkah strategis bagi Unpad dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap bersaing di pasar kerja global. Melalui LinkedIn Learning, mahasiswa tidak hanya memperoleh keterampilan tambahan yang relevan dengan kebutuhan industri, tetapi juga dapat memperluas wawasan dan mengasah kompetensi mereka secara lebih fleksibel.*

Share this: