Mendiktisaintek, “Riset dan Inovasi Harus Menjawab Masalah Nyata”

Gedung Universitas Padjadjaran Kampus Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung. (Foto oleh: Dadan Triawan)*

[Kanal Media Unpad] Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto, mengatakan bahwa pendidikan adalah jawaban paling strategis dalam setiap tantangan dan masalah kompleks yang terjadi di dunia karena pendidikan merupakan tempat terbentuknya akal, karakter, dan masa depan bangsa dalam melahirkan kesadaran dan kolaborasi.

Hal tersebut disampaikan oleh Prof. Brian dalam pidato yang disampaikan oleh Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, pada Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2025 yang diselenggarakan di halaman kampus Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Jumat, 2 Mei 2025.

Dalam pidatonya, Prof. Brian mengampaikan bahwa kolaborasi adalah kunci dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang baik. Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menyusun kebijakan yang responsif dan adaptif, antara perguruan tinggi dan industri dalam membekali lulusan dengan kompetensi masa depan, antara guru dan orang tua dalam membangun karakter anak sejak dini, serta antara peneliti dan pembuat kebijakan untuk memastikan bahwa riset berakhir di tengah masyarakat.

“Pemerintah menyadari sepenuhnya bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang bangsa. Karena itu, perhatian terhadap sektor pendidikan terus diperkuat, bukan hanya dalam retorika, tetapi dalam kebijakan nyata yang relevan dan tepat sasaran,” ujarnya.

Kemendiktisaintek percaya bahwa pendidikan yang baik adalah pendidikan yang berdampak. Untuk mewujudkannya ada beberapa hal yang dijalankan, yaitu fokus pada hasil (outcome) dan dampak (impact), riset dan inovasi harus menjawab masalah nyata, ilmu pengetahuan atau sains harus menjadi solusi sosial-ekologis, hilirisasi riset untuk kesejahteraan, serta evaluasi yang akuntabel dan terbuka.

“Transformasi pendidikan tidak bisa ditunda. Karena pendidikan hari ini adalah wajah Indonesia di masa depan. Wajah masa depan itu akan ditentukan oleh seberapa kuat kita membangun kolaborasi lintas sektor, lintas generasi, lintas disiplin, dan lintas ekosistem,” jelasnya.

Pada upacara tersebut, bertindak sebagai pembaca naskah Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 oleh Wakil Dekan Bidang Sumber Daya dan Organisasi Fakultas Hukum Unpad, Prof. Dr. Maret Priyanta S.H., serta pembaca doa oleh Direktur Perencanaan, Sistem Informasi dan Transformasi Digital Unpad, Yudhie Andriyana, M.Sc., Ph.D.*

Share this: