Unpad dan Dinkes Jabar Jalin Kolaborasi Bangun Academic Health System

Foto bersama tim Unpad dan tim Dinkes Jabar pada Pertemuan Inisiasi Perjanjian Kerja Sama AHS Provinsi Jawa Barat di Ruang Serba Guna, Lantai 4 Gedung 2 Unpad, Jl. Dipati Ukur No. 35, Bandung pada Selasa, 20 Mei 2025. (Foto Dokumentasi Panitia)*

[Kanal Media Unpad] Dalam upaya memperkuat kolaborasi antara institusi akademik dan pemerintah daerah di bidang kesehatan, Universitas Padjadjaran melalui Academic Health System (AHS) bersama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Pertemuan Inisiasi Perjanjian Kerja Sama AHS Provinsi Jawa Barat. Kegiatan yang digelar secara hybrid ini berlangsung di Ruang Serba Guna, Lantai 4 Gedung 2 Unpad, Jl. Dipati Ukur No. 35, Bandung pada Selasa, 20 Mei 2025. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun sinergi strategis untuk peningkatan mutu layanan dan pendidikan di sektor kesehatan.

“Kami (Unpad) akan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat untuk mendorong peningkatan jumlah mahasiswa dari rumpun ilmu kesehatan dalam pengembangan sistem layanan kesehatan sebagai fokus utama. Kami juga akan mengeksplorasi bagaimana praktik yang telah dilaksanakan dapat diadaptasi,” ujar Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad, Prof. Zahrotur Rusyda Hinduan, dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Prof. Zahrotur Rusyda mengatakan bahwa Unpad melalui Academic Health System (AHS) berperan aktif dalam mendukung pengembangan layanan kesehatan dengan membantu proses pemasukan dan pengolahan data di berbagai fasilitas kesehatan. Setelah proses tersebut selesai, laporan yang telah diolah akan diserahkan kembali ke Unpad sebagai bagian dari upaya sinergi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pengembangan sistem kesehatan secara terpadu.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dr. Vini Adiani Dewi, MMRS., menyampaikan paparan berjudul “Transformasi SDM Kesehatan: Arah Kebijakan Pembangunan Kesehatan tahun 2025-2029”. Vini menyampaikan bahwa  menyampaikan bahwa pada tahun 2029 diharapkan penyebaran potensi layanan rujukan berdasarkan kemampuan layanan unggulan—khususnya layanan non-KSU—di wilayah Sunda Kulon dan Sunda Betawi dapat terdistribusi secara merata. Hal ini menjadi bagian dari strategi transformasi sistem kesehatan yang berfokus pada penguatan sumber daya manusia serta pemerataan akses layanan berkualitas di seluruh wilayah Jawa Barat.

“Fakultas Kedokteran Unpad telah merancang rencana pengembangan RSUD Kesehatan Kerja. Dalam rencana tersebut, nantinya Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat turut memberikan pendampingan kepada RSUD yang belum termasuk dalam kategori unggulan, khususnya dalam penguatan layanan stroke, jantung, kesehatan ibu dan anak (KIA), kanker, serta uronefrologi,” jelas Vini.

Melalui kerja sama ini, Unpad dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat berharap dapat menciptakan sinergi yang kuat untuk memperkuat sistem kesehatan di Jawa Barat, tidak hanya dari sisi pelayanan, tetapi juga pengembangan sumber daya manusia dan pendidikan kesehatan. Dengan kolaborasi yang terintegrasi, diharapkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan merata dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Jawa Barat dalam waktu dekat.*

Share this: