


[Kanal Media Unpad] Dua mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran angkatan 2024, M. Haidar Hafizh Daniar dan Rahadhatul Azelia, berhasil meraih medali emas dalam ajang Pekan Inovasi Nasional yang digelar di Universitas Mercu Buana, Jakarta, pada 2—3 Juli 2025. Prestasi ini diraih berkat inovasi mereka melalui board game edukatif “LEJEN” (Learn and Explore Jejak Nusantara) yang mengusung konsep pembelajaran interaktif seputar budaya Indonesia, dan kini juga telah mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Bekerja sama dengan mahasiswa ITB, mereka berhasil menciptakan LEJEN sebagai media pembelajaran inovatif yang menyasar kalangan pelajar dan masyarakat umum. Board game ini dirancang untuk memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara secara menyenangkan dan edukatif melalui permainan interaktif yang menggabungkan elemen sejarah, kebudayaan, dan petualangan.
“Media pembelajaran kami ini berbeda dengan board game yang sudah ada, karena LEJEN mengintegrasikan dua materi, yaitu SDGs dan kebudayaan lokal. Melalui board game ini, teman-teman atau generasi muda bisa lebih memahami SDGs sekaligus turut melestarikan kebudayaan lokal,” ujar Azelia ketika diwawancarai oleh Kanal Media Unpad pada Jumat, 11 Juli 2025.
Dalam ajang Pekan Inovasi yang diselenggarakan oleh Universitas Mercu Buana bekerja sama dengan Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA), para peserta memamerkan karya inovatif mereka melalui pameran terbuka yang disertai sesi penjurian dan interaksi langsung dengan pengunjung. Kompetisi ini diikuti oleh 500 peserta yang terbagi dalam 100 proposal dari berbagai perguruan tinggi nasional di seluruh Indonesia.
Azelia menambahkan bahwa proses pembuatan board game LEJEN melalui tahapan yang panjang. Dengan semangat kolaboratif, mereka menjalankan riset secara intensif untuk menyusun konsep dan mekanisme permainan. Mengingat seluruh pembiayaan proyek dilakukan secara mandiri di awal, mereka berupaya merancang produk yang tidak hanya edukatif, tetapi juga efisien dari segi biaya. Mereka juga melakukan uji coba langsung di SMP Negeri 1 Jatinangor sebagai bagian dari proses pengembangan
“Respons mereka sangat antusias, dan para guru juga menyampaikan bahwa materi yang kami bawakan melalui LEJEN selaras dengan kurikulum yang mereka ajarkan. Itu menjadi dorongan besar bagi kami untuk terus semangat mengembangkan produk ini,” jelas Haidar.
Haidar dan Azelia berharap LEJEN dapat terus dikembangkan dan diproduksi dalam skala yang lebih besar agar dapat digunakan secara luas oleh pelajar sebagai media pembelajaran yang menyenangkan, sekaligus sarana mengenalkan SDGs dan melestarikan budaya lokal. Dengan pemerolehan HKI, mereka optimistis produk ini memiliki potensi besar untuk dikomersialisasikan maupun diikutsertakan dalam berbagai ajang inovasi lainnya. Mereka juga mendorong mahasiswa baru untuk tidak ragu mengambil tantangan, berani memulai, karena setiap pengalaman, baik keberhasilan maupun kegagalan, akan menjadi bekal penting dalam perjalanan pengembangan diri di dunia kampus.*

