





[Kanal Media Unpad] Kawah Putih di Ciwidey, Kabupaten Bandung, menjadi saksi perjalanan edukasi dan petualangan mahasiswa Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) dan Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran dalam Program Geomobiliti. Program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Padjadjaran Academic Recharging (PAR) yang dipimpin oleh Dr. Noor Syafina Roslan dari UKM dan berkolaborasi dengan Dr. Sapari Hadian dari FTG Unpad.
Kegiatan yang berlangsung pada 9 Agustus 2025 ini mengusung tema “Kelana Jauhari Nusantara” dan dirancang untuk memadukan wisata alam, pendidikan, serta penelitian. Para peserta, yang terdiri dari dosen dan mahasiswa dari Fakultas Sains dan Teknologi UKM serta FTG Unpad, diajak untuk memahami kekayaan geologi Gunung Patuha di kawasan Kawah Putih, mata air panas Cimanggu, serta potensi pengembangannya sebagai destinasi geowisata berkelanjutan.
Kawah Putih sendiri merupakan kaldera hasil letusan Gunung Patuha yang kaya akan nilai ilmiah dan estetika. Warna airnya yang khas putih kehijauan hingga kebiruan, disertai aroma belerang yang kuat, mencerminkan tingginya kandungan sulfur di perairan tersebut. Fenomena ini menjadi objek belajar menarik bagi mahasiswa bidang geologi, hidrogeologi, geologi lingkungan, pariwisata, dan disiplin terkait lainnya.
Sejalan dengan semangat Padjadjaran Academic Recharging, kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman lapangan yang memperkaya wawasan akademik mahasiswa, sekaligus mengasah keterampilan observasi, analisis, dan komunikasi ilmiah. Dalam kunjungan tersebut, peserta melakukan berbagai aktivitas seperti observasi geologi lapangan untuk mempelajari formasi batuan, proses vulkanisme, dan mineralisasi di sekitar kawah.
Selain itu, diskusi ilmiah dan edukasi publik juga dilaksanakan untuk membahas potensi geowisata berbasis konservasi serta strategi pelestarian lingkungan. Peserta juga melakukan pendokumentasian geodiversitas melalui pengambilan foto dan catatan lapangan sebagai bahan publikasi ilmiah dan edukasi. Interaksi dengan pengelola kawasan turut dilakukan untuk bertukar informasi terkait pengelolaan wisata dan rencana pengembangan yang ramah lingkungan.
Dr. Sapari Dwi Hadian, manajer riset dan kerjasama FTG Unpad, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kunjungan wisata, melainkan laboratorium alam terbuka yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menggabungkan teori di kelas dengan praktik di lapangan.
“Kawah Putih adalah contoh sempurna di mana geologi, ekologi, dan budaya lokal berpadu. Lewat kegiatan ini, kami ingin mahasiswa tidak hanya menjadi penikmat keindahan alam, tetapi juga agen pelestarian dan pengembangannya secara berkelanjutan,” ujarnya.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang geodiversitas dan pentingnya pelestarian lingkungan, menumbuhkan kesadaran publik terhadap nilai ilmiah dan potensi ekonomi geowisata, serta mendorong kolaborasi antara universitas, pemerintah daerah, dan pengelola wisata dalam mengembangkan konsep geotourism yang edukatif dan berkelanjutan. Selain itu, hasil pengamatan lapangan akan disusun menjadi rekomendasi pengelolaan kawasan berbasis konservasi yang dapat mendukung Kawah Putih sebagai destinasi wisata unggulan.
Kegiatan ini juga menjadi awal bagi kerjasama lebih lanjut antara mahasiswa dan dosen FTG Unpad dengan UKM dalam bentuk immersion atau summer school, serta riset bersama dan program pengabdian kepada masyarakat (PKM) internasional. Kolaborasi ini diharapkan membuka peluang riset dan pengembangan yang lebih luas di masa mendatang.* (Rilis FTG Unpad)
