


[Kanal Media Unpad] Sebanyak 13 mahasiswa Universitas Padjadjaran yang merupakan anggota dari Unit SAR, Palawa, serta Menwa Yon II Unpad mengikuti sertifikasi selam dari Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) sebagai upaya membentuk kemampuan unggul dan terlatih. Kegiatan berlangsung pada 11–13 Juli 2025 di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.
Sekitar 71% permukaan bumi tertutup oleh air, yang menyimpan berbagai misteri dan keindahan bawah laut yang belum sepenuhnya terungkap. Indonesia sebagai negara kepulauan dengan kekayaan laut yang melimpah, memerlukan sumber daya manusia yang tidak hanya mampu menjelajah, tetapi juga memiliki keterampilan teknis dan tanggap darurat dalam situasi bawah laut. Sertifikasi selam ini menjadi salah satu langkah strategis untuk mencetak generasi muda yang siap menghadapi tantangan eksplorasi dan penyelamatan di perairan nusantara.
Sebelum pelaksanaan di Pulau Pramuka, peserta terlebih dahulu mengikuti tahap pra-sertifikasi. Tahapan ini meliputi pematerian terkait Penyelaman dan Wawasan Laut Dalam oleh instruktur berpengalaman, Wawan Purwana. Materi juga mencakup pengenalan dan penggunaan alat selam seperti Buoyancy Compensator Device (BCD), tangki udara, masker, skuba, regulator, serta fin. Selain itu, para peserta juga menjalani pelatihan keterampilan dasar di kolam untuk membiasakan diri dengan prosedur penyelaman.
Dalam pelaksanaannya, sertifikasi ini dibagi menjadi dua jenjang kecakapan, yaitu Open Water Diver dan Advance Open Water Diver, yang memiliki tingkat kesulitan serta kompleksitas materi berbeda. Hal ini ditujukan agar mahasiswa mampu memilih jalur pengembangan sesuai dengan kesiapan dan pengalaman mereka masing-masing.
Kegiatan ini bukan hanya menjadi sarana sertifikasi formal, tetapi juga sebagai ajang aktualisasi minat dan bakat mahasiswa dalam bidang penyelaman. Ke depan, keterampilan ini diharapkan bisa dimanfaatkan tidak hanya dalam kegiatan organisasi atau akademik, tetapi juga dalam kegiatan sosial kemasyarakatan seperti misi penyelamatan, edukasi lingkungan laut, hingga pengembangan potensi wisata bahari.*



