





[Kanal Media Unpad] Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, yang juga alumni Universitas Padjadjaran mendorong para mahasiswa agar selain giat belajar juga harus aktif berorganisasi di kampus memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia sebagai bagian dari privilege (keistimewaan) memperoleh pendidikan di perguruan tinggi yang hanya bisa diraih oleh sebagian kecil masyarakat Indonesia.
“Adik-adik sekalian, kita dan anda semua adalah bagian kurang dari 6% populasi di Republik Indonesia yang mendapatkan kesempatan menikmati pendidikan tinggi. Dan lebih sedikit lagi (persentasenya) karena kita masuk ke perguruan tinggi negeri, dan lebih sedikit lagi karena anda diterima di Universitas Padjadjaran. Sadarilah itu karena ini menunjukkan bahwa we are the privilege,” ujar Farhan saat memaparkan materi pada Kuliah Perdana Tahap Persiapan Bersama (TPB) bagi mahasiswa Unpad angkatan 2025 di Stadion Jati Padjadjaran Unpad Jatinangor, Jumat 22 Agustus 2025.
Lebih lanjut Farhan mendorong para mahasiswa untuk menggunakan privilege itu untuk memberi manfaat kepada masyarakat. Saat kita memperoleh kesempatan belajar di Unpad berarti kita punya kewajiban untuk memastikan apa yang kita pelajari akan ada manfaatnya untuk masyarakat. Salah satu cara memupuk mental dan keterampilan tersebut adalah dengan mengikuti kegiatan organisasi kemahasiswaan.
Organisasi mahasiswa, ujar Farhan yang juga seorang aktivis saat kuliah, menjadi penting apabila Anda memang aktif di dalamnya, bukan sekadar menjadi status. Organisasi mahasiswa membuat Anda dipaksa menghadapi masalah nyata. Anda harus berkolaborasi, tapi pada saat bersamaan Anda pun harus memperhatikan kompetisi. Anda harus menghadapi karakter-karakter orang yang belum tentu menyenangkan, tetapi anda membutuhkan kerja sama dengan orang-orang tersebut.
“Jadi, berkaryalah untuk diri sendiri. Lalu kembangkan untuk lingkunganmu, organisasimu apapun yang engkau ikuti, karena manusia yang paling mulia adalah manusia yang berguna untuk sesamanya,” ujar Farhan.
Pada kesempatan tersebut, Farhan juga memaparkan bahwa Unpad memiliki legacy yang luar biasa bagi bangsa dan negara Indonesia. Antara lain, Unpad melahirkan tokoh-tokoh berpengaruh seperti dua tokoh kedokteran Edward Sugita dan Tanwir J. Mukawi yang hasil penelitiannya menjadi dasar-dasar bagi pengembangan vaksin Covid 19 oleh Bio Farma, Muchtar Kusumaatmadja yang turut mendamaikan perang di Indochina, dan juga memastikan Hukum Laut berlaku di seluruh dunia, serta Burhanuddin Abdullah mantan Gubernur Bank Indonesia yang kini menjadi penasihat ekonomi Presiden RI.
Kegiatan ini diawali dengan senam pagi dan flash mob. Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, turut memberikan sambutan pada kegiatan ini. Dalam sambutannya, Prof. Arief menekankan pentingnya pendidikan tinggi yang inklusif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Unpad adalah kampus yang mendukung mahasiswa untuk tumbuh menjadi insan yang berdaya saing, berkolaborasi lintas disiplin, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat. Di sini, adik-adik tidak hanya belajar teori, tetapi juga nilai-nilai kejuangan dan kebermanfaatan,” ujarnya.
Selain itu, Prof. Arief juga mengajak mahasiswa baru untuk menjadikan Unpad sebagai tempat pengembangan diri melalui berbagai mata kuliah wajib kurikulum seperti Bahasa Indonesia, Pancasila, Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan Agama, serta mata kuliah Olah Kreativitas dan Kewirausahaan (OKK).* (Reporter: Jericho Masyiakh Metiary)






