Agradarma Faperta Unpad Dorong Pertanian Berkelanjutan di Desa Ciheulang Kab. Bandung

Foto bersama saat pelaksanaan Agradarma Bhakti Tani oleh tim mahasiswa Agroteknologi Fakultas Pertanian Unpad di Desa Ciheulang dan Kelurahan Jelekong Kabupaten Bandung. (Foto oleh: Tim Agradarma)*

[Kanal Media Unpad] Mahasiswa Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat “Agradarma” yang ditujukan kepada petani dengan melibatkan mitra lokal di Desa Ciheulang dan Kelurahan Jelekong Kabupaten Bandung. Kegiatan ini berlangsung selama 37 hari pada Juli-Agustus 2025 untuk membantu petani menghadapi permasalahan pertanian yang ada di lapangan secara langsung.

Program yang dilaksanakan dalam kegiatan pengabdian ini meliputi budi daya maggot, hidroponik, penyusunan kalender tanam, pengendalian hama burung pipit, pembangunan rumah burung hantu (Rubuha), dan pendampingan pemasaran digital. Agradarma penting dilakukan sebagai upaya meningkatkan produktivitas, mengendalikan hama, serta mendorong pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan.

Program budi daya maggot hadir sebagai solusi pengelolaan sampah organik ramah lingkungan melalui kegiatan sosialisasi materi dan praktik secara langsung. Budi daya maggot dapat menjadi solusi permasalahan lingkungan sekaligus peluang ekonomi melalui pakan ternak dan kasgot sebagai pupuk organik.

Sementara itu, program hidroponik NFT yang dirancang untuk lahan sempit dan hemat air merupakan bagian dari upaya memberdayakan kelompok tani dan wanita tani melalui pemberian materi, instalasi demonstrasi, penyemaian rockwool, penggunaan nutrisi AB Mix, dan praktik perawatan dengan tujuan membekali para peserta keterampilan teknis untuk adopsi mandiri yang berkelanjutan dengan pendampingan.

Diselenggarakan juga program kalender tanam berupa perencanaan penanaman hingga pemanenan selama setahun untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian, program pengendalian burung pipit melalui sosialisasi dan praktik lapangan untuk mengenalkan metode ramah lingkungan dengan melakukan pemasangan jaring dan refugia, serta program Kebun TOGA (Tanaman Obat Keluarga) yang bertujuan untuk memanfaatkan lahan sempit dan kurang produktif dengan komoditas yang bernilai tinggi dan bermanfaat bagi warga.

Lebih lanjut, diselenggarakan juga program Rumah Burung Hantu (RUBUHA) yang bertujuan untuk menekan populasi tikus yang merusak lahan pertanian. Kegiatan ini menawarkan solusi pengendalian hama yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, dengan memanfaatkan burung hantu sebagai predator alami. Dilaksanakan juga sosialisasi pemasaran digital yang diikuti oleh Kelompok Wanita Tani untuk mengatasi keterbatasan pemasaran konvensional Word of Mouth Marketing yang membatasi perluasan pasar.

Dengan demikian, Agradarma telah melakukan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan tridharma perguruan tinggi. Dengan fondasi yang telah dibangun, harapannya warga Desa Ciheulang dan Kelurahan Jelekong dapat terus mengasah potensi diri, menghadirkan pertanian yang lebih maju, dan menjadi teladan bagi wilayah lain di Indonesia.* (Rilis oleh: Tim Mahasiswa Agroteknologi Unpad)

Sumber: https://faperta.unpad.ac.id/dari-maggot-hingga-hidroponik-agradarma-faperta-unpad-dorong-pertanian-berkelanjutan/

Share this: