





[Kanal Media Unpad] Rumah Sakit Hewan Universitas Padjadjaran bersama Program Studi Kedokteran Hewan Unpad menyelenggarakan kegiatan Bulan Bakti Veteriner 2025 sebagai bagian dari peringatan Dies Natalis ke-68 Unpad sekaligus World Rabies Day yang diselenggarakan di RSH Unpad pada Sabtu, 27 September 2025. Pada kesempatan ini, sebanyak 50 kucing dan anjing mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi rabies secara gratis.
Direktur RSH Unpad, Dr. drh. Pranyata T. Waskita, M. Biotek., menyampaikan bahwa penyelenggaraan kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan hewan, tetapi juga sekaligus edukasi masyarakat mengenai rabies pada hewan seperti anjing dan kucing. Pranyata berharap melalui kegiatan ini dapat sekaligus meningkatkan pemahaman serta kesadaran masyarakat terhadap penyakit rabies pada hewan.
“Kegiatan bulan bakti tidak berhenti pada vaksinasi hari ini saja. Masih ada seminar dan kegiatan lainnya hingga Oktober mendatang, sehingga masyarakat bisa terus mendapatkan informasi dan layanan terkait rabies,” kata Pranyata.
Sementara itu, Ketua Program Studi Kedokteran Hewan Unpad Dr. Endang Yuni Setyowati, drh., M.Sc.Ag., menyampaikan bahwa kegiatan vaksinasi ini sekaligus menjadi sarana pembelajaran praktis bagi mahasiswa Kedokteran Hewan Unpad. Oleh karena itu, momentum ini menjadi sangat penting untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan komunikasi sekaligus praktik medis sebelum benar-benar memberikan pelayanan kepada masyarakat di masa yang akan datang.
“Mahasiswa tidak hanya memahami teori rabies di kelas, tetapi juga belajar berinteraksi dengan pemilik hewan, melakukan pemeriksaan, dan memastikan hewan dalam kondisi sehat sebelum divaksinasi. RSH Unpad menjadi wahana pendidikan yang memberi ruang praktik langsung kepada calon dokter hewan,” jelas Endang.
Kegiatan ini menegaskan peran Unpad dalam menyebar kebermanfaatan bagi masyarakat. Selain memberikan perlindungan bagi hewan peliharaan masyarakat, kegiatan ini juga memastikan mahasiswa memperoleh pengalaman nyata untuk mendukung kompetensinya sebagai tenaga profesional di bidang kesehatan hewan.*






