





[Kanal Media Unpad] Dalam rangka mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), Universitas Padjadjaran menyelenggarakan Kuliah Umum Tahap Persiapan Bersama (TPB) untuk mata kuliah Olah Kreativitas dan Kewirausahaan (OKK) bagi para mahasiswa baru bertajuk “Education for Sustainable Development (ESD)” yang menghadirkan narasumber Prof. Dr. Peter Mayer, Professor of Economics and International Economics dari University of Applied Sciences Osnabrück, Jerman. Kuliah yang diikuti 9.700 lebih mahasiswa ini berlangsung secara hybrid di Auditorium Fakultas Kedokteran Unpad dan live streaming melalui YouTube @unpad, Jumat 12 September 2025.
“SDGs adalah visi komprehensif yang memadukan isu sosial, ekonomi, dan lingkungan. Bukan hanya soal kemiskinan atau kesehatan, tetapi gambaran jangka panjang tentang dunia yang ingin kita wujudkan bersama,” jelasnya.
Prof. Mayer juga menjelaskan bahwa pencapaian SDGs bukan hanya urusan pemerintah, tetapi juga korporasi swasta dan masyarakat. “Pemerintah memang aktor alami, tetapi kita semua punya peran. Jangan menunggu, karena pembangunan berkelanjutan adalah tugas kita bersama,” tegasnya.
Ia mendorong mahasiswa Unpad untuk menjadikan SDGs sebagai arah dalam studi dan kontribusi profesional mereka di masa depan. “Bila Anda belajar kedokteran, kontribusikan pada sistem kesehatan. Jika Anda belajar ekonomi, kembangkan kebijakan ekonomi yang lebih adil. Semua disiplin ilmu bisa berperan,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas negara, termasuk keterlibatan mahasiswa dalam diskusi global. Ia mencontohkan pengalamannya bertemu mahasiswa Malaysia dan Jerman yang membahas pengelolaan sampah dan perbedaan kondisi sosial. “Ketika Anda bertemu mahasiswa asing, berdiskusilah. Karena Anda adalah masa depan, dan melalui interaksi inilah kita bisa menemukan solusi bersama,” pesannya.
Prof. Dr. Peter Mayer juga memberikan pengenalan singkat tentang SDGs, yang mencakup 17 tujuan dan sasaran global yang disepakati oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan diharapkan dapat terealisasi sebelum tahun 2030. Ke-17 tujuan tersebut yaitu: (1) Tanpa Kemiskinan; (2) Tanpa Kelaparan; (3) Kehidupan Sehat dan Sejahtera; (4) Pendidikan Berkualitas; (5) Kesetaraan Gender; (6) Air Bersih dan Sanitasi Layak; (7) Energi Bersih dan Terjangkau; (8) Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi; (9) Industri, Inovasi dan Infrastruktur; (10) Berkurangnya Kesenjangan; (11) Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan; (12) Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab; (13) Penanganan Perubahan Iklim; (14) Ekosistem Lautan; (15) Ekosistem Daratan; (16) Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh; (17) Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Menutup kuliah umumnya, Prof. Mayer menyampaikan optimismenya terhadap Indonesia. “Saya pertama kali datang ke Indonesia pada 1997. Dari perspektif saya, meski ada banyak tantangan seperti negara lain, Indonesia sedang berada di jalur yang baik,” ujarnya.* (Reporter: Jericho Masyiakh Metiary)


