Sebanyak 21 Dokter Desa Diberangkatkan ke Pelosok Daerah di Jawa Barat

Foto bersama Pemberangkatan Dokter Desa yang digagas Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat di Gedung Fakultas Kedokteran Unpad Jatinangor, Senin 1 September 2025. (Foto oleh: Jalasenastri Saprala)*

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran memberangkatkan 18 dari total 21 dokter desa dalam program Dokter Desa yang digagas Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Pemberangkatan tersebut berlangsung pada di Gedung C3 Lantai 3, Fakultas Kedokteran Universitas pada Senin, 1 September 2025, sebagai upaya memperluas layanan kesehatan ke pelosok daerah melalui tenaga medis profesional.

“Semoga para dokter desa ini bisa memberikan kontribusi nyata dalam mengurangi berbagai masalah kesehatan yang ada di pelosok desa di Jawa Barat. Penempatan mereka sangat penting, karena selain memberikan layanan klinis, mereka juga dapat membawa dampak besar dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,” ujar Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Transformasi Digital, Keuangan dan Pengelolaan Bisnis Unpad, Prof. Dr. Maman Setiawan, SE., MT., dalam sambutannya.

Selain dari Unpad, dokter yang diberangkatkan juga berasal dari Universitas Kristen Maranatha Bandung dan Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon. Para dokter ini akan ditempatkan di 21 di puskesmas di 21 yang tersebar di 13 kabupaten di Jawa Barat yaitu Cirebon, Bekasi, Bandung Barat, Indramayu, Kuningan, Bogor, Purwakarta, Tasikmalaya, Karawang, Subang, Ciamis, Bandung, dan Sumedang. Tugas mereka mencakup berbagai upaya, mulai dari peningkatan kesehatan masyarakat, pengembangan kegiatan posyandu, pembinaan kader kesehatan, hingga program kesehatan lain yang dibutuhkan masyarakat desa.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Pembelajaran, Kemahasiswaan dan Riset Fakultas Kedokteran Unpad, Dr. Ruswana Anwar, dr., Sp.OG., Subsp. FER., M.Kes., menjelaskan bahwa Unpad bersama Dinas Kesehatan telah melakukan perjanjian kerja sama (PKS) yang mencakup proses rekrutmen, pembinaan teknis, penyiapan keterampilan medis, penguatan program, hingga pembekalan mental bagi para dokter sebelum diberangkatkan. Orientasi telah dilakukan selama 3–7 hari di Unpad agar para dokter siap bertugas di desa-desa sesuai penempatan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat.

“Melalui kerja sama antara pemerintah provinsi Jabar dan Unpad, terutama FK, program ini diharapkan berlanjut sampai tahun 2029, dan setiap tahun mungkin akan dikembangkan 60 desa baru, sehingga kira-kira ada 300 desa di Jawa Barat yang akan diisi dengan dokter desa,” jelas dr. Ruswana.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dr. R. Vini Adiani Dewi, menyampaikan bahwa program ini merupakan salah satu bentuk kolaborasi antara akademisi dan pemerintah dalam upaya membangun masyarakat desa yang lebih berdaya, lebih sehat, dan lebih sejahtera. Ia menekankan bahwa inisiatif ini menjadi satu-satunya program sejenis di Indonesia, yang diharapkan dapat menjadi model pengembangan layanan kesehatan berbasis desa.

“Keberadaan teman-teman (para dokter) merupakan kesempatan besar bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mempercepat proses pembangunan desa,” kata dr. Vini.

Hadir dalam kegiatan ini Dekan Fakultas Kedokteran Unpad, Prof Dr. Yudi Mulyana Hidayat, dr., SpOG(K)-Onk, DMAS., serta pimpinan Universitas Kristen Maranatha dan Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ).

Dengan kegiatan ini, Unpad bersama pemerintah provinsi menegaskan komitmen mereka dalam mendukung pemerataan layanan kesehatan hingga ke pelosok desa. Program Dokter Desa bukan hanya menjadi wujud pengabdian akademisi dan tenaga medis, tetapi juga langkah strategis untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Diharapkan, kehadiran para dokter desa ini dapat menjadi motor penggerak perubahan, membawa inovasi, serta menciptakan sistem kesehatan desa yang lebih berkelanjutan di Jawa Barat.*

Share this: