Unpad Fasilitasi 820 Siswa dan Guru dalam Program Bina Talenta Indonesia

Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, bersama Wamendikdasmen, Fajar Riza Ul Haq, dan Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, secara resmi meluncurkan Program Bina Talenta Indonesia melalui Pusat Prestasi Nasional di Plaza Insan Berprestasi, Jakarta, Senin, 15 September 2025.*

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menerima hibah dari Pusat Prestasi Nasional, Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, yang bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Hibah tersebut digunakan untuk penyelenggaraan Program Bina Talenta Indonesia, program pembinaan di bidang riset dan inovasi.

“Kegiatan ini akan membuka peluang untuk peserta siswa jenjang SMP dan SMA, juga pemandu talenta dalam hal ini adalah guru-guru, untuk belajar atau meningkatkan kompetensi dan pengetahuannya,” papar Direktur Pendidikan Non Gelar Unpad, drg. Erli Sarilita, S.KG., M.Sc., Ph.D., dalam wawancara dengan Kanal Media Unpad pada Rabu, 17 September 2025.

Program Bina Talenta Indonesia adalah program pembinaan lanjutan berbasis daring yang ditujukan bagi talenta berprestasi di bidang riset dan inovasi, khususnya peserta didik jenjang SMP hingga SMA serta para pembina atau pemandu talenta. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi peserta dalam melakukan riset kontekstual dengan pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence), sekaligus memperkuat kapasitas guru dalam membimbing riset inovatif secara berkelanjutan.

Sebelumnya, Mendikdasmen, Abdul Mu’ti bersama Wamendikdasmen, Fajar Riza Ul Haq, serta Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, secara resmi meluncurkan Program Bina Talenta Indonesia melalui Pusat Prestasi Nasional di Plaza Insan Berprestasi, Jakarta, pada Senin, 15 September 2025.

“Dalam program ini, Unpad ditunjuk sebagai mitra yang mendapatkan kuota peserta cukup besar di Indonesia, yaitu sebanyak 820 peserta pembelajaran yang dibagi ke dalam 41 rombel (rombongan belajar) atau kelas,” jelas Erli.

Program Bina Talenta Indonesia yang diselenggarakan Universitas Padjadjaran diikuti oleh peserta dari berbagai provinsi di Indonesia serta beberapa negara luar seperti Arab Saudi, Myanmar, dan Malaysia. Peserta berasal dari hampir seluruh wilayah, mulai dari provinsi di Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga Kepulauan Riau dan Bangka Belitung.

Erli menambahkan bahwa nantinya, kegiatan ini akan diselenggarakan secara daring dengan kelas-kelas yang berlangsung secara paralel pada hari yang sama, yakni setiap Senin, Rabu, dan Jumat pukul 15.30 hingga 17.30, selama dua jam pembelajaran di setiap pertemuan. Selain itu, program ini juga akan diintegrasikan dengan Unpad Luhung.

“Unpad juga mengombinasikan materi-materi pembelajaran dengan rekaman (recording) bagi peserta yang mungkin sebelumnya sakit atau tidak dapat hadir langsung di sesi Zoom. Mereka tetap bisa mengikuti pembelajaran secara asinkron melalui platform Unpad Luhung,” kata Erli.

Pelaksanaan program ini turut melibatkan narasumber-narasumber yang kompeten, termasuk para guru besar dan dosen dari Fakultas Matematika dan Alam (FMIPA) dan Fakultas Psikologi (Fapsi), yang berperan penting dalam menyampaikan materi serta mendiseminasikan modul-modul pembelajaran kepada para peserta. Kolaborasi ini memperkuat kualitas program, sekaligus menunjukkan komitmen Unpad dalam mendukung pengembangan talenta riset.

Keikutsertaan Unpad sebagai mitra dalam Program Bina Talenta Indonesia, diharapkan dapat mendorong pemerataan akses pembinaan riset dan inovasi bagi generasi muda di seluruh Indonesia. Melalui pendekatan yang inklusif dan dukungan teknologi pembelajaran daring, Unpad tidak hanya memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai pusat pengembangan talenta yang aktif menjembatani dunia pendidikan menengah dan tinggi.*

Share this: