





[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menerima kunjungan delegasi Islamic Development Bank (IsDB) untuk melakukan evaluasi proyek “The Quality Improvement of Padjadjaran University” (IND 140–141), hasil kerja sama antara IsDB dan Pemerintah Indonesia di lingkungan Unpad Kampus Jatinangor pada Rabu, 22 Oktober 2025. Proyek senilai US$ 38,2 juta ini terdiri atas US$ 31,13 juta dari IsDB dan US$ 7,07 juta dari Pemerintah Indonesia.
Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan akses, mutu, dan relevansi pendidikan tinggi. Di Unpad, pelaksanaannya difokuskan pada pengembangan fasilitas pendidikan, penguatan kapasitas riset, serta peningkatan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan agar sejalan dengan kebutuhan pendidikan tinggi yang berdaya saing global.
Sebanyak 18 gedung baru dibangun dengan total luas 33.600 meter persegi, mencakup gedung fakultas dan fasilitas utama seperti Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP), Fakultas Keperawatan (FKEP), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Fakultas Teknik Geologi (FTG), Fakultas Farmasi (FF), serta Gedung Perpustakaan dan Laboratorium Sentral yang kini menjadi pusat kegiatan akademik dan riset terpadu di Unpad.
Delegasi IsDB yang terdiri atas Nur Abdi, Jaweed Ahsan, dan Murat Yutele melakukan kunjungan ke Unpad untuk meninjau hasil pelaksanaan proyek. Rombongan meninjau Laboratorium Sentral, Perpustakaan Pusat Kandaga, serta enam fakultas penerima manfaat proyek.
Sementara itu, Ketua Tim Evaluasi Unpad Prof. Dr. Ace Tatang Hidayat, S.Si., M.Si., bersama Dr. Cahya Irawady dari Satuan Pengawas Internal (SPI), menyampaikan apresiasi atas dukungan IsDB.
“Kami berterima kasih atas kerja sama dan kepercayaan IsDB. Fasilitas ini telah memperkuat kapasitas riset, pembelajaran, dan layanan Unpad,” ujar Prof. Ace.
Delegasi juga meninjau skill lab Fakultas Keperawatan dan mengadakan wrap-up meeting bersama Dekan Prof. Kusman Ibrahim, S.Kp., MNS., PhD. Ketua delegasi, Nur Abdi, menyampaikan apresiasi atas hasil proyek dan menilai bahwa fasilitas yang dibangun telah dimanfaatkan dengan baik.
“Kami terkesan dengan perkembangan Unpad. Proyek ini terbukti memberi dampak nyata bagi peningkatan kinerja universitas,” ujar Nur Abdi.
Proyek ini turut melahirkan Laboratorium Biosafety Level 3 (BSL-3) yang berperan penting selama pandemi COVID-19 dengan melayani lebih dari 10.000 tes. Selain itu, kinerja riset Unpad meningkat signifikan, dari sekitar 200 publikasi Scopus pada 2016 menjadi 1.500 publikasi pada 2025, disertai kenaikan peringkat dunia dari 651–700 (2019) menjadi 515 (2025) dan peringkat Asia dari 199 menjadi 134. Dampak positif juga terlihat pada peningkatan tingkat keterserapan lulusan, dari 67% pada 2016 menjadi 81% pada 2025, serta pengakuan internasional terhadap Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang kini memiliki 14 akreditasi internasional. Pemanfaatan Laboratorium Sentral meningkat menjadi 850 pengguna per tahun, sementara Perpustakaan Kandaga mencatat rata-rata 16 ribu pengunjung setiap bulan, menandai optimalisasi fasilitas akademik hasil proyek ini.
Proyek yang disetujui sejak 24 April 2011 ini kini telah tuntas dan memberikan hasil nyata bagi kemajuan Unpad Ke depan, Unpad terus berkomitmen mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan optimal berbagai fasilitas baru untuk memperkuat pelaksanaan tridharma perguruan tinggi. Transformasi ini menegaskan langkah Unpad dalam mewujudkan visinya menjadi salah satu dari 50 universitas terbaik di Asia.* (Rilis oleh: Kandaga Unpad)
Sumber: https://kandaga.unpad.ac.id/berita/kunjungan/kunjungan-isdb



