Menggagas Pengelolaan Dana Umat Lebih Produktif Melalui Sovereign Halal Fund (SHAF)

Penyelenggaraan Seminar Ekonomi Islam bertajuk “Sovereign Halal Fund (SHAF) Indonesia: Awareness Pengelolaan Keuangan Haji BPKH” di FEB Unpad Jatinangor, Selasa, 28 Oktober 2025. (Foto oleh: Humas FEB Unpad)*

[Kanal Media Unpad] Dalam rangka Dies Natalis ke-68 dan Hari Sumpah Pemuda, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Padjadjaran (Unpad) menggelar Seminar Ekonomi Islam bertajuk “Sovereign Halal Fund (SHAF) Indonesia: Awareness Pengelolaan Keuangan Haji BPKH” di FEB Unpad Jatinangor, Selasa, 28 Oktober 2025 Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini diikuti oleh sekitar 600 peserta dari kalangan akademisi, alumni, dan praktisi ekonomi syariah.

Seminar ini membahas gagasan pengelolaan dana umat secara terintegrasi melalui pembentukan Sovereign Halal Fund (SHAF) sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi nasional. Gagasan ini muncul setelah pemerintah membentuk Danantara, lembaga pengelola aset negara senilai sekitar Rp15.000 triliun, sebagai strategi menghadapi era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity). Melalui SHAF, potensi dana halal umat yang selama ini terfragmentasi di berbagai lembaga sosial dan komersial diharapkan dapat terkelola lebih produktif, dengan estimasi mencapai Rp1.000 triliun.

Dalam sambutan video, Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono menyebut potensi besar dana umat dapat bersumber dari 3.964 Koperasi Simpan Pinjam Syariah (KSPPS) yang memiliki lebih dari 6,8 juta anggota dengan total aset Rp36,3 triliun dan omset Rp25,7 triliun. Hal senada disampaikan Ari Permana, Direktur Pembiayaan Syariah LPDB, yang menjelaskan bahwa program pemerintah juga telah bersinergi dengan pesantren dalam pengembangan koperasi dan program Micro Business Growth (MBG).

Sementara itu, Dr. Indra Gunawan dari BPKH RI menyoroti keberhasilan pengelolaan dana haji sebagai contoh nyata produk unggulan dana halal (champion product) yang berkontribusi terhadap efisiensi biaya jamaah sekaligus mendukung pembangunan sektor pendidikan, kesehatan, UMKM, dan keberlanjutan.

“Ada potensi ribuan triliun dana halal umat yang berasal dari dana haji, wakaf, zakat, infak, dan sedekah yang dapat memberikan maslahat lebih luas dengan pengelolaan profesional,” ujar Indra.

Dari perspektif kebijakan, Dr. Ali Sakti, M.Ec. (Direktorat Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia) menjelaskan bahwa Bank Indonesia bersama para pemangku kepentingan tengah mendiskusikan integrasi dana umat ke dalam ekosistem halal untuk mendorong investasi pada sektor riil. Sementara itu, Cupian, S.E., M.T., Ph.D. (Kaprodi Ekonomi Islam FEB Unpad) menilai SHAF dapat menjadi solusi efektif dalam mengatasi masalah sosial-ekonomi nasional tanpa bergantung sepenuhnya pada APBN.

Pandangan serupa disampaikan Prof. Dr. (HC) Ir. Burhanuddin Abdullah, M.A., Penasehat Presiden Bidang Ekonomi, yang menegaskan bahwa SHAF berpotensi menjadi akselerator ekonomi nasional dari sektor yang belum terjangkau oleh ekonomi konvensional, sekaligus mempercepat Indonesia keluar dari middle income trap. Sementara dari sisi kelembagaan, Prof. Ilya Avianti, Guru Besar FEB Unpad sekaligus Komisioner OJK periode 2012-2017, menilai SHAF dapat berperan sebagai orkestrator bagi lembaga keuangan sosial Islam yang telah ada tanpa perlu menjadi super body.  Lebih lanjut, Prof. Dian Masyita, Guru Besar FEB Unpad, menegaskan perlunya penguatan industri halal sebagai inti integrasi seluruh pemangku kepentingan di ekosistem ekonomi syariah nasional.

Sejumlah praktisi juga memberikan pandangan terkait tantangan dan peluang SHAF, yaitu Irwan Abdallah (Divisi Pasar Modal Syariah BEI), dan Bobby P. Manulang (Dompet Dhuafa), Firman Djatnika (SEVP Retail and Consumer Risk BSI).

Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi alumni, akademisi, regulator, dan praktisi untuk memperdalam konsep SHAF serta memperkuat kontribusi ekonomi syariah dalam pembangunan nasional. Melalui forum ini, FEB Unpad turut berperan aktif dalam mengawal gagasan kemandirian ekonomi umat guna mendukung visi Asta Cita Pemerintah Prabowo-Gibran menuju Indonesia sejahtera dan berdaya saing global.* (Rilis oleh: Humas FEB Unpad)

Sumber: https://feb.unpad.ac.id/unpad-initiates-sovereign-halal-fund-shaf-as-a-new-force-for-the-national-economy/

Share this: