Sosialisasikan Hasil Riset, Pusdi Sensor dan Kimia Hijau Unpad Gelar Roadshow Pangan Sehat In-Saintek

Kepala Studi Sensor dan Kimia Hijau Unpad, Prof. Dr. Yeni Wahyuni Hartati, M.Si., saat menyampaikan materi pada Roadshow Pangan Sehat In-Saintek bertajuk “SENSASI: Sensor untuk Kesehatan dan Pangan Sehari-hari” di Gedung Serbaguna RW 016, Desa Rancaekek Wetan, Kabupaten Bandung, Sabtu, 4 Oktober 2025. (Foto oleh: Jalasenastri Saprala)*

[Kanal Media Unpad] Pusat Studi Sensor dan Kimia Hijau Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi dan Sains dan Teknologi RI menggelar kegiatan Roadshow Pangan Sehat In-Saintek bertajuk “SENSASI: Sensor untuk Kesehatan dan Pangan Sehari-hari” di Gedung Serbaguna RW 016, Desa Rancaekek Wetan, Kabupaten Bandung, pada Sabtu, 4 Oktober 2025. Kegiatan yang diikuti oleh sejumlah warga dari RW 016 Desa Rancaekek Wetan tersebut bertujuan memberikan edukasi mengenai pentingnya pangan sehat serta penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.

“Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dari program In-ScienTech, yaitu program Semesta dari Kemendiktisaintek. Amanah dari program ini adalah untuk mendiseminasikan dan menyosialisasikan berbagai produk hasil riset yang telah kami kembangkan di Pusat Studi Sensor dan Kimia Hijau Unpad,” ujar Kepala Studi Sensor dan Kimia Hijau Unpad, Prof. Dr. Yeni Wahyuni Hartati, M.Si., dalam sambutannya.

Kegiatan Roadshow Pangan Sehat In-ScienTech ini menjadi salah satu upaya Pusat Studi Sensor dan Kimia Hijau Unpad untuk mendekatkan hasil riset kepada masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung. Melalui kegiatan ini, pusat studi tidak hanya memberikan edukasi tentang pentingnya pangan sehat, tetapi juga memperkenalkan produk-produk hasil penelitian yang berpotensi diproduksi secara massal untuk menjawab berbagai permasalahan di masyarakat.

Pusat Studi Sensor dan Kimia Hijau Unpad adalah wadah riset multidisiplin yang menggabungkan ilmu kimia, fisika, biologi, teknik elektro dan kesehatan, untuk menciptakan teknologi sensor yang dapat mendeteksi berbagai hal, seperti penyakit, kualitas makanan, atau polusi lingkungan. Pusdi ini juga fokus pada kimia hijau, yaitu cata membuat bahan kimia dan alat yang lebih ramah lingkungan, hemat energi dan minim limbah.

Contoh sensor pangan adalah alat yang dapat mendeteksi kandungan berbahaya dalam makanan atau minuman, seperti boraks, formalin, rhodamin B. Contoh lain adalah sensor untuk mengecek kehalalan dengan memeriksa apakah mengandung alkohol atau gelatin non-halal. Untuk contoh sensor kesehatan antara lain mengecek gula darah untuk mendeteksi dini risiko diabetes, mengecek asam urat untuk mencegah risiko kadar asam urat tinggi dan masalah nyeri sendi, dan mengecek tekanan darah untuk deteksi dini hipertensi dalam rangka mencegah risiko penyakit jantung dan stroke.

Narasumber dalam kegiatan ini adalah Prof. Dr. Yeni Wahyuni Hartati, M.Si., yang merupakan Guru Besar Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unpad, serta Irkham, S.Si., M.Sc., Ph.D., dosen Departemen Kimia FMIPA Unpad. Keduanya memberikan materi dan memandu workshop yang berfokus pada teknologi deteksi cepat dalam bidang kesehatan, keamanan pangan, serta kehalalan pangan.

Salah satu peserta roadshow, Kafrizal, yang juga merupakan Humas RW 016, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang digagas oleh Pusat Studi Sensor dan Kimia Hijau Unpad. Ia menilai bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi warga karena memberikan pengetahuan baru mengenai pentingnya menjaga kesehatan melalui pemilihan pangan yang aman dan bergizi.

“Semoga ada acara lanjutan untuk perkembangan lebih jauh ke depannya,” harap Kafrizal.

Melalui kegiatan ini, Unpad menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan hasil riset untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Upaya diseminasi ilmu pengetahuan dan teknologi melalui Roadshow Pangan Sehat In-ScienTech diharapkan dapat mendorong terciptanya masyarakat yang lebih sadar akan pentingnya pangan sehat sekaligus memperkuat peran Unpad sebagai universitas yang unggul, inklusif, dan berdampak bagi pembangunan berkelanjutan.*

Share this: