Terpilih Jadi Delegasi Indonesia, Bryan Kaban Ikuti Model Konferensi Tingkat Tinggi Asia Timur 2025

Bryan Kaban (berkaca mata), mahasiswa Fakultas Hukum Unpad, yang terpilih menjadi salah satu delegasi Indonesia di Model Konferensi Tingkat Tinggi Asia Timur 2025 di Jakarta, 15-19 September 2025. (Foto: Istimewa)*

[Kanal Media Unpad] Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran, Bryan Dwi Andika Pengarapenta Kaban, yang akrab dipanggil Bryan Kaban, terpilih sebagai Delegasi Indonesia dalam kegiatan Model Konferensi Tingkat Tinggi Asia Timur (Model East Asia Summit 2025) dari 1.400+ pendaftar, yang diselenggarakan oleh ASEAN Foundation di Markas Besar ASEAN (ASEAN Headquarters) di Jakarta pada 15-19 September 2025.

Konferensi ini diikuti oleh 60 delegasi mahasiswa dari 19 negara peserta Konferensi Tingkat Tinggi Asia Timur (EAS), yakni negara-negara anggota ASEAN, Timor-Leste, serta dialogue partners East Asia Summit yakni Jepang, Tiongkok, Selandia Baru, India, China, Russia, Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Australia. Tahun ini, ASEAN Foundation Model ASEAN Meeting (AFMAM) mengusung format khusus untuk memperingati 20 tahun berdirinya East Asia Summit (EAS), yakni konferensi tingkat tinggi yang berperan penting dalam membahas isu strategis, politik, dan ekonomi untuk memajukan perdamaian, stabilitas, serta kemakmuran di kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur.

Pembukaan program ini dihadiri oleh Deputi Sekretaris Jenderal ASEAN, H.E. San Lwin, serta para perwakilan tinggi dari berbagai misi diplomatik, antara lain H.E. Derry Aman, Duta Besar Indonesia untuk ASEAN, H.E. Sitsangkhom Sisaketh, Duta Besar Tetap Laos untuk ASEAN, H.E. Kiya Masahiko, Duta Besar Jepang untuk ASEAN, dan H.E. Tiffany McDonald, Duta Besar Australia untuk ASEAN. Turut hadir pula Direktur Eksekutif ASEAN Foundation, Dr. Piti Srisangnam, yang secara resmi membuka kegiatan dan menekankan pentingnya peran generasi muda dalam memperkuat diplomasi kawasan melalui pemahaman yang lebih mendalam terhadap mekanisme kerja ASEAN.

Fokus utama kegiatan ini adalah mendorong partisipasi pemuda dalam diplomasi kawasan dengan membahas tiga isu utama, yakni energi terbarukan lepas pantai, manajemen bencana, serta pencemaran dan sampah laut. Ketiga isu tersebut mencerminkan prioritas strategis ASEAN di bawah tiga pilar utamanya: Politik-Keamanan, Ekonomi, dan Sosial Budaya. Bryan, dalam konferensi ini dipilih menjadi Head of Government negara Singapura yang membahas isu manajemen bencana dalam pilar Politik-Keamanan ASEAN atau ASEAN Political Security Pillar dan berpartisipasi langsung dalam Simulasi Konferensi Tingkat Tinggi Asia Timur.

Sebagai Delegasi Indonesia, dan perwakilan dari Universitas Padjadjaran, Bryan Kaban berperan aktif dalam merumuskan rekomendasi kebijakan yang berorientasi pada penguatan kerja sama regional.

Keterlibatan Bryan sebagai mahasiswa Universitas Padjadjaran dalam forum internasional ini menunjukkan semangat generasi muda Indonesia untuk berperan aktif dalam memperkuat diplomasi kawasan dan menjadikan Indonesia sebagai mitra penting dalam membangun masa depan Asia Tenggara yang damai, inklusif, dan berkelanjutan.

Hasil dari model konferensi ini berupa Chairman’s Statement, sebuah dokumen yang mencerminkan pandangan, gagasan, serta rekomendasi kebijakan dari para delegasi pada isu-isu kawasan dan berisi usulan kolaboratif untuk memperkuat kerja sama regional dalam tiga topik utama pembahasan yakni energi terbarukan, penanggulangan bencana, serta pengelolaan sampah laut dan polusi.* (Rilis)

Share this: