Unpad Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Lewat Simulasi Tanggap Darurat Bencana

Pelaksanaan Simulasi Tanggap Darurat Bencana di Fakultas Keperawatan Unpad Jatinangor, Senin 27 Oktober 2025 (Foto oleh: Dadan Triawan)*

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran terus memperkuat komitmennya terhadap keselamatan dan keberlanjutan lingkungan kampus melalui pelaksanaan Simulasi Tanggap Darurat Bencana di berbagai unit kerja dan gedung kampus. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Peraturan Rektor Universitas Padjadjaran Nomor 14 Tahun 2025 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3L), yang mengamanatkan setiap satuan kerja di Unpad untuk memiliki kesiapan menghadapi potensi keadaan darurat, seperti kebakaran, gempa bumi, atau bencana lainnya.

Pada Senin 27 Oktober 2025, simulasi tanggap darurat dilaksanakan di Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, antara lain Pusat Keselamatan, Keamanan, dan Ketertiban Lingkungan (PK3L) Unpad , petugas ambulans dan tenaga medis, mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan Fakultas Keperawatan, serta sejumlah pihak terkait lainnya yang berperan langsung dalam prosedur penanganan keadaan darurat.

Dalam kegiatan simulasi ini, seluruh peserta menjalani skenario evakuasi gempa bumi yang menuntut koordinasi cepat antara petugas keamanan, tim medis, dan mahasiswa kurang dari 5 menit. Prosedur meliputi aktivasi alarm darurat, evakuasi ke titik kumpul aman, pertolongan pertama bagi korban, hingga penanganan medis lanjutan oleh tim ambulans. Latihan ini juga menjadi sarana untuk menguji kesiapan sarana prasarana keselamatan yang tersedia di lingkungan fakultas.

Ketua Pusat Keselamatan, Keamanan, dan Ketertiban Lingkungan (PK3L) Universitas Padjadjaran, Dr. Irwan Ary Dharmawan, menjelaskan bahwa kegiatan simulasi bencana merupakan langkah penting dalam membangun budaya keselamatan di lingkungan kampus.

“Simulasi tanggap darurat ini tidak hanya latihan teknis, tetapi juga bagian dari pembelajaran dan pembiasaan. Kita ingin seluruh sivitas akademika Unpad memahami prosedur keselamatan, tahu ke mana harus evakuasi, dan bagaimana membantu orang lain dalam situasi darurat,” ujar Dr. Irwan.

Dukung UI GreenMetric
Pelaksanaan simulasi tanggap darurat juga memiliki dampak positif terhadap posisi Unpad dalam UI GreenMetric World University Rankings, terutama pada kategori Setting and Infrastructure. Aspek kesiapsiagaan dan manajemen keselamatan menjadi salah satu indikator penting dalam mewujudkan kampus hijau dan berkelanjutan.

“Kesiapan menghadapi bencana merupakan bagian dari sistem keberlanjutan kampus. UI GreenMetric menilai tidak hanya aspek lingkungan, tetapi juga bagaimana universitas menjaga keselamatan dan ketahanan komunitasnya,” tambah Dr. Irwan.

Selain berfungsi sebagai latihan keselamatan, kegiatan ini juga menjadi bentuk pembelajaran praktis bagi mahasiswa, terutama di Fakultas Keperawatan, yang memiliki keterkaitan langsung dengan penanganan darurat dan aspek kesehatan masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dilatih untuk tetap sigap, bekerja sama lintas fungsi, dan memahami pentingnya sistem manajemen keselamatan di lingkungan kerja.

Menuju Penerapan Seluruh Gedung
Ke depan, Unpad menargetkan agar sistem simulasi dan tanggap darurat dapat dilaksanakan di setiap gedung dan unit kerja di seluruh kampus, baik di Jatinangor, Dipatiukur, maupun kampus lainnya. Hal ini mencakup pembentukan tim tanggap darurat di setiap lokasi, penyediaan fasilitas keselamatan, serta pelatihan rutin bagi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.

“Kami berharap simulasi ini menjadi kegiatan rutin yang terintegrasi di seluruh lingkungan Unpad. Dengan begitu, seluruh warga kampus siap menghadapi berbagai potensi risiko dan mampu bertindak cepat serta tepat,” jelas Dr. Irwan.

Pelaksanaan simulasi di Fakultas Keperawatan ini diharapkan menjadi model percontohan bagi fakultas dan unit lain di Unpad dalam mengembangkan sistem tanggap darurat yang efektif dan berkelanjutan. Melalui kerja sama lintas unit, Unpad berkomitmen menjadikan kegiatan ini sebagai program berkesinambungan yang terus dievaluasi dan disempurnakan.

Dengan langkah-langkah tersebut, Unpad menegaskan komitmennya untuk menjadi kampus yang aman, tanggap, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi contoh dalam penerapan Sistem Manajemen Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (SMK3L) di lingkungan pendidikan tinggi.* (Rilis oleh: PK3L Unpad)

Share this: